Categories: METROPOLIS

Dari Jalan hingga Tanah Adat, Papua Minta Perhatian Pusat

JAYAPURA-Pembangunan Papua masih menghadapi persoalan yang saling berkaitan, mulai dari sulitnya membuka akses antarwilayah, belum meratanya pelayanan pendidikan dan kesehatan, persoalan tanah adat, hingga manfaat pertumbuhan ekonomi yang belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.

  Persoalan tersebut menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Papua yang digelar di Kantor Gubernur Papua, Jumat (18/9). Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bersama para gubernur, bupati dan wali kota membahas berbagai kendala pembangunan sekaligus kebutuhan Papua yang akan menjadi bahan pemerintah pusat.

  AHY mengatakan, rapat tersebut menjadi ruang untuk menyatukan visi, misi dan langkah antara pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam memastikan konektivitas antardaerah di Papua terus diperbaiki.

  Menurutnya, kondisi geografis menjadi salah satu tantangan terbesar pembangunan Papua. Wilayah pegunungan dengan medan yang sulit membuat pembangunan jalan dan konektivitas darat membutuhkan penanganan khusus.

  “Dari sekian banyak tantangan yang dihadapi, banyak yang terkait dengan kondisi geografis kita, terutama Papua Pegunungan yang masih sulit ditembus akses jalan darat. Termasuk juga kita ingin menghasilkan Trans Papua bisa benar-benar terhubung, mengintegrasikan semuanya,” kata AHY.

  Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak hanya berbicara mengenai jalan. Infrastruktur dasar seperti air bersih, perumahan layak, sanitasi, drainase dan listrik juga harus diperhatikan karena berhubungan langsung dengan kualitas hidup masyarakat.

  Selain infrastruktur dasar, pemerintah juga akan memprioritaskan pendidikan dan kesehatan sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program Sekolah Rakyat, revitalisasi sekolah, serta penguatan puskesmas dan rumah sakit menjadi bagian dari perhatian tersebut.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Korupsi Aerosport Mimika Berujung Setoran Rp26,3 Miliar

Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Jefferdian menjelaskan, perkara tersebut berawal dari pembangunan sarana dan prasarana Aerosport…

17 hours ago

Dishub Tolikara Buka Akses Penerbangan Bersubsidi, Empat Distrik Terlayani

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tolikara, Yulius, mengatakan saat ini pihaknya bekerja sama dengan VTE Aviation…

1 day ago

Ratusan ASN Pemkab Biak Numfor Diwajibkan Ikuti Ujian Profiling

Kepala BKN Regional IX Papua Nur Hasan mengapreiasi langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Biak…

1 day ago

Massa Tolak MBG dan Tuntut Pendidikan Gratis di Tanah Papua

Puluhan orang menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Senin (21/9). Mereka…

1 day ago

74 BTS di Keerom Sudah Mengudara

Akses telekomunikasi di wilayah pelosok Kabupaten Keerom kini semakin terbuka lebar. Sebanyak 74 Base Transceiver…

1 day ago

OPD Diminta Rampungkan RKPD dan RKA Tepat Waktu

Dalam arahannya, Noak Wasanggai menegaskan agar seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah…

1 day ago