Ketiga, perlindungan hak ulayat dan ruang hidup masyarakat adat. Fakhiri menyoroti masih banyak tanah di Papua yang belum dipetakan hak ulayatnya serta belum terintegrasi secara legal ke dalam rencana struktur dan pola ruang RTRW maupun RDTR.
Keempat, keterbatasan konektivitas antarwilayah. Kondisi geografis Papua yang didominasi pegunungan, lembah terjal dan daerah aliran sungai yang luas membuat hubungan antarkabupaten, distrik dan kampung menjadi tantangan tersendiri.
Kelima, tingginya potensi rawan bencana. Papua berada di wilayah pertemuan lempeng tektonik aktif, termasuk zona sesar aktif dan subduksi, sehingga memiliki potensi gempa bumi tektonik yang sewaktu-waktu dapat memicu tsunami.
Keenam, lambatnya perkembangan pusat-pusat pertumbuhan wilayah. Kawasan agropolitan, kawasan perbatasan, kawasan industri dan jasa, serta kawasan pariwisata belum dikembangkan secara optimal sebagai simpul ekonomi baru.
Sedangkan isu ketujuh adalah belum meratanya pembangunan ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Penegasan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Yahukimo, Akso Balingga menyusul aksi demonstrasi pelajar yang…
Rangkaian kegiatan diawali dengan longmars yang mengambil titik awal dari Mako Polres Merauke. Para peserta…
Menurutnya, Uncen memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) di…
Kedatangan aparat gabungan ini merupakan bagian dari eksekusi Operasi Antik Noken 2026 yang digelar Kepolisian…
Operasi yang dikemas dalam bentuk Patroli Gabungan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) tersebut dipimpin langsung…
Kegiatan ditutup secara resmi melalui sambutan Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, yang dibacakan oleh Asisten…