Categories: METROPOLIS

Soal Sampah Pasar,  Perlu Kesadaran Pedagang

JAYAPURA – Permasalahan sampah di Pasar Induk Youtefa masih terus terjadi, pengelola pasar dinilai seakan tidak menyikapi serius dengan masalah tersebut, sementara kesadaran dari masyarakat terutama para pedagang patut dipertanyakan. Tumpukan sampah masih saja ditemukan di berbagai tempat di Pasar itu, belum lagi selokan hingga kini belum juga dikeruk.

  Dari pantauan Cenderawasih Pos, Kamis (16/5), tumpukan sampah plastik terlihat di selokan dekat tempat pembuangan sampah pasar itu, juga terlihat di jalan masuk terminal pasar, kemudian di dekat tempat penjualan sayur mana-mana Papua.

  Merespon hal tersebut, Koordinator Lapangan (Korlap) TPS 3R Pasar Youtefa, Isak Awi Nero, menyampaikan bahwa tidak sepenuhnya pemerintah salah dalam mengatasi permasalah tersebut, akan tetapi perlu juga kesadaran dari masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarang tempat.

Korlap TPS 3R Pasar Youtefa, Isak Awi Nero (foto:Jimi/Cepos)

  Menurut Isak, permasalahan di Pasar Youtefa tidak akan selesai, apalagi dikaitkan dengan ancaman banjir. Ketika curah hujan tinggi pasar Youtefa pasti selalu banjir, selain tergenang juga menjadi area luapan sampah. Ia mengatakan pembangunan pasar tersebut dahulu tidak dipertimbangkan dengan baik, tanpa memikirkan sebab dan akibatnya seperti sekarang ini.

  “Dulu ini rencananya stadion bukan pasar, sebenarnya tidak ada permasalahan, persoalannya berlalu cepat, tanpa memikirkan resiko-resiko yang terjadi,” kata Isak kepada Cenderawasih Pos, Kamis (16/5).

  “Sehingga resiko yang paling besar adalah banjir, seharusnya ditata dulu, untuk menghindari resiko-resiko banjir, karena yang bikin hancur justru banjir,” tambahnya.

  Lanjut Isak persoalan berikut adalah Pasar Youtefa terlalu luas, sehingga pedagang bebas memilih tempat untuk menjual, hal itu juga yang membuat pasar terlihat kumuh dan tidak tertata.

“Pemahaman masyarakat untuk menjual masih kurang mengerti dengan kondisi pemasaran seperti apa, layak berdagang itu seperti apa, itulah salah satu faktor yang membuat kelihatan kumuh, hancur,itu kembali kepada kesadaran kita sendiri,” jelasnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Regulasi yang Dibuat Harus Lindungi Hak-hak OAP

Wakil Ketua Fraksi NasDem, Albert Meraudje, menegaskan bahwa semangat Otonomi Khusus (Otsus) harus mendarah daging…

12 hours ago

Bangunan yang Rusak Diterjang Gelombang Pasang Bertambah

Dari pantauan media ini, jumlah gazebo yang rusak bertambah. Jika gazebo yang rusak tersebut baru…

13 hours ago

IDI Akui Dokter Spesialis di Papua Masih Kurang

Meski begitu, IDI Papua terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dalam kondisi serba kekurangan.…

13 hours ago

Seorang Nelayan Tewas Ditikam di Lokalisasi Km 10

Dijelaskan, kejadian bermula dari kesalahpahaman antara teman korban diduga berinisial RBAY dengan saksi 1 berinisial…

14 hours ago

Enam Pemuda Dibekuk, Disinyalir Anggota Muda KKB

Pertama ada yang menyebut enam pemuda ini sedang mencari kayu bakar di Jl Gunung, Dekai…

14 hours ago

DPO Lima Kasus Curas Diringkus

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim AKP Sugarda Aditnya, S.T.K, MH membenarkan penangkapan terhadap salah satu…

15 hours ago