Categories: BERITA UTAMA

Sempat Terdengar Teriakan “Jangan Pakde”

Marijke Watofa: Psikologi Korban Asusila Harus Tertangani Baik

JAYAPURA – Kasus asusila yang menimpa lima anak di di Koya Distrik Muara Tami dimana kasusnya kini tengah ditangani penyidik Polresta Jayapura Kota. Banyak yang tak Mmenyanka jika kasus yang biasa hanya di dengar di daerah Jawa ini ternyata juga terjadi di Jayapura. Pelakunya juga seorang guru agama sehingga banyak yang tak percaya bahwa ini benar terjadi.

Dari keterangan korban yang disampaikan kepada penyidik diketahui  kejadian ini memiliki waktu berbeda beda. Ada yang terjadi pada 9 Mei, ada yang 19 April dan ada juga  setelah itu. Hampir semuanya diawali dengan ajakan main ke rumah oknum guru tersebut.

Ada salah satu korban yang diajak untuk makan lebih  dulu dan setelah itu diajak ke kamar pelaku kemudian dicabuli. Terdengar korban sempat menolak dan merontak dengan meneriakkan kalimat “Jangan Pakde”. Namun pelaku tak memperdulikan dan terus melakukan aksinya.

Pelaku yang usianya nyaris 60 tahun ini  mengawali dengan menggerayangi tubuh korban kemudian melakukan tindakan oral. “Satu persatu keterangan akan kami kembangkan, siapa tahu masih ada pelaku lain dan kami minta pihak yang menaungi pelaku jangan menutup nutupi,” tegas Kapolresta, Kombes Pol Victor Mackbon.

Sementara terkait kasus tersebut polisi diwanti untuk dilakukan penanganan secara konferhensif. Ketua Career Development Center (CDC) Universitas Cenderawasih dan Ketua Assessment Center Uncen, Marijke Watofa menyampaikan bahwa korban perlu terus didampingi untuk dikembalikan psikologinya.

Ia meyakini ada rasa trauma yang dialami para korban. “Kalau trauma pasti jadi perlu ditangani secara baik,” kata Marijke yang juga dosen psikologi Uncen, Minggu (19/5). Ia mengatakan bahwa penanganan korban perlu diprioritaskan dan secara fisik harus didampingi oleh tenaga professional.

Marijke bahkan menawarkan diri untuk membantu apabila memang dibutuhkan. “Kalau saya mungkin menemui korban lebih dulu untuk mengetahui apa yang membuatnya trauma dan setelah itu dilakukan penanganan yang tepat,” imbuhnya. (ade/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos   

Juna Cepos

Recent Posts

Komnas HAM Diminta Selidiki Kasus Tiga Warga Sipil

Menurut Anthon, langkah itu penting agar tidak muncul korban-korban sipil lainnya akibat tuduhan sepihak yang…

13 hours ago

Pemkot Siap Tegakkan Perda yang Belum Optimal

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah peraturan…

21 hours ago

Eksploitasi Seksual Jadi Temuan Ditsiber

Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…

22 hours ago

Jalur  Utara Papua Jadi Prioritas Konektivitas Daerah

Menurut dia, jika konektivitas darat dan laut berjalan bersamaan maka masyarakat akan memperoleh manfaat yang…

23 hours ago

Transparansi dan Pelayanan Publik di BPN Dinilai Buruk

Wakil Ketua I DPR Kota Jayapura, Max Karubaba, menegaskan bahwa pelayanan pertanahan merupakan hak mendasar…

24 hours ago

Tiga Kali Setubuhi Anak Dibawa Umur, Pria 44 Tahun Diringkus

Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Merauke mengamankan seorang pria berumur 44 tahun berinisial FB atas…

1 day ago