

Antusias warga yang berbelanja di pasar murah yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Papua di Masjid Raya Baiturrahim, Rabu (19/3). (foto:Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Untuk mengendalikan harga bahan pokok jelang Idul fitri, Pemerintah Provinsi Papua, melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian menggelar pasar murah di Masjid Raya Baiturrahim, Rabu (19/3). Pasar murah ini pun diserbu warga yang banyak membutuhkan bahan pokok dengan harga murah dibanding harga di pasaran.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Papua, Hartati Iwanggin mengatakan, pasar murah tersebut untuk memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat sekaligus upaya pengendalian harga.
“Pasar murah bagian dari upaya pengendalian harga, biasanya pada momen Hari Raya keagamaan kebutuhan sehari-hari mengalami kenaikan. Oleh karena itu, guna mengantisipasi terjadinya gejolak harga maka kami menggelar pasar murah,” ucap Hartati kepada wartawan.
Menurut Hartati, dengan pelaksanaann tersebut maka pemerintah menjamin ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat setempat, baik yang menjalankan Hari Raya Idulfitri ataupun kebutuhan sehari-hari.
“Di pasar murah, pemerintah menyediakan berbagai bahan pokok dengan harga lebih terjangkau. Seperti bawang merah, bawang putih, cabai, ayam, daging sapi, telur, minyak dan beras,” terangnya.
Dia menjelaskan, bawang merah dan bawang putih di pasar Rp 50 ribu per kilo, sedangkan pasar murah Rp 40 ribu per kilo, daging sapi Rp125, daging ayam Rp55 ribu, telur Rp55 ribu per rak.
“Perbedaannya tidak terlalu jauh, selisih Rp 2.000 hingga Rp10 ribu, dan pasar murah akan digelar sebanyak tiga kali,” kata Hartati.
Page: 1 2
Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan,…
Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di…
Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap…
Selain itu, juga disepakati hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dalam penantanganan nota kesepahaman antara masyarakat…
Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…
Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…