

Kondisi bibir Pantai di Holtekamp yang terdampak abrasi saat difoto Selasa (19/3). Perlu penanganan segera agar tidak semakin parah (foto:Gamel/Cepos)
JAYAPURA-Kondisi Pantai Holtekam yang kini tengah terkikis abrasi dianggap perlu dilakukan penanganan yang sifatnya segera. Jika terus terbiar maka kondisinya dipastikan akan lebih parah.
Salah satu akademisi Uncen, Yehuda Hamokwarong, SPd, M.Sc dari Program Studi Pendidikan Geografi menyampaikan bahwa abrasi terjadi tak lepas dari kondisi perubahan iklim dimana saat ini ketinggian air laut terlihat lebih tinggi.
Selain itu dari ketinggian air laut ditambah kondisi angin membuat ombak menghantam pinggiran lebih kencang. Ini diperparah dengan zonasi vegetasi yang perlahan – lahan hilang akibat pembangunan.
Kata Yehuda bila zonasi vegetasi ini hilang salah satu atau sebagian, maka itu akan memicu abrasi. “Mengapa? Itu karena sistem perakaran vegetasi itu yang menjaga kestabilan morfologi pantai,” beber Yehuda, Selasa (19/3).
Karena terjadi kerusakan vegetasi maka ia tak heran muncul dampak lain yakni banyak pepohonan yang tumbang akibat kencangnya proses abrasi. Dosen yang bolak balik melakukan penelitian di lokasi ini lantas khawatir jika tak segera ditangani maka dampaknya dipastikan lebih parah.
Ia menyebut solusinya yang bisa dilakukan ada dua cara yaitu mitigasi struktural dan campuran. “Mitigasi struktur yaitu dgn rekayasa sipil dengan membuat Jeti dengan bahan – bahan ramah lingkungan. Kedua, mitigasi campuran yaitu di setiap Jeti juga ditanam kembali beragam vegetasi akar dalam sepanjang pesisir Holtekamp,” tutupnya. (ade/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…
Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…
Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…
al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…
Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…