“Ini ide bagus, sehingga pasar bisa lebih hidup dan lebih bervariasi,” tambahnya.
Meski begitu, Rustan menegaskan bahwa seluruh rencana, termasuk festival kopi dan penataan UMKM muda, akan dilaksanakan setelah penataan ulang pasar selesai dilakukan oleh pemerintah kota.
“Semua ini akan dilakukan setelah penataan ulang selesai. Kita ingin pasar ini tertata, aman, dan nyaman dulu, baru kita dorong kegiatan-kegiatan yang bisa menghidupkan kembali suasananya,” tegasnya.
Pasar Mama-Mama Papua selama ini menjadi pusat ekonomi dan pemberdayaan perempuan Papua. Langkah pemerintah untuk menghidupkan kembali pasar ini diharapkan dapat membuka ruang baru bagi pedagang sekaligus mengembalikan kejayaan pasar yang sempat membanggakan masyarakat Kota Jayapura.(kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni Y. Betaubun mengatakan, Raperda tersebut merupakan hak inisiatif DPR…
Kejuaran Daerah Bupati Keerom Cup Series II Motocross dan Grasstrack Tahun 2026 memberikan banyak cerita.…
Menurut Rahmat, esensi perjuangan tahun 1908 sangat relevan dengan kondisi penegakan hukum modern saat ini.…
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan, melalui Kasat Reskrim AKP Axel Panggabean, mengatakan korban diketahui…
Salah seorang warga Kota Jayapura, Silas menyayangkan perlakuan kurang menyenangkan saat berada di kawasan Bandara…
Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyatakan aksi pembakaran dilakukan saat operasi kelompok tersebut berlangsung di…