“Ini ide bagus, sehingga pasar bisa lebih hidup dan lebih bervariasi,” tambahnya.
Meski begitu, Rustan menegaskan bahwa seluruh rencana, termasuk festival kopi dan penataan UMKM muda, akan dilaksanakan setelah penataan ulang pasar selesai dilakukan oleh pemerintah kota.
“Semua ini akan dilakukan setelah penataan ulang selesai. Kita ingin pasar ini tertata, aman, dan nyaman dulu, baru kita dorong kegiatan-kegiatan yang bisa menghidupkan kembali suasananya,” tegasnya.
Pasar Mama-Mama Papua selama ini menjadi pusat ekonomi dan pemberdayaan perempuan Papua. Langkah pemerintah untuk menghidupkan kembali pasar ini diharapkan dapat membuka ruang baru bagi pedagang sekaligus mengembalikan kejayaan pasar yang sempat membanggakan masyarakat Kota Jayapura.(kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Namun bagi jemaat GKI Pengharapan, persoalan itu jauh lebih dalam daripada sekadar soal tanah dan…
Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Jayapura, Budi P. Yokhu, memimpin langsung sidak penertiban…
Ketua MRP Papua Tengah, Agustinus Anggaibak, menyatakan bahwa ketertutupan informasi ini menabrak aturan. Merujuk pada…
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, dr. Anton Mote, mengatakan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura terus memperkuat…
Banyak anak muda akhirnya hanya membawa map lamaran dari satu kantor ke kantor lain tanpa…
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kawasan Bandara Sentani IPTU Wajedi, didampingi Kanit Binmas AIPTU…