“Ini ide bagus, sehingga pasar bisa lebih hidup dan lebih bervariasi,” tambahnya.
Meski begitu, Rustan menegaskan bahwa seluruh rencana, termasuk festival kopi dan penataan UMKM muda, akan dilaksanakan setelah penataan ulang pasar selesai dilakukan oleh pemerintah kota.
“Semua ini akan dilakukan setelah penataan ulang selesai. Kita ingin pasar ini tertata, aman, dan nyaman dulu, baru kita dorong kegiatan-kegiatan yang bisa menghidupkan kembali suasananya,” tegasnya.
Pasar Mama-Mama Papua selama ini menjadi pusat ekonomi dan pemberdayaan perempuan Papua. Langkah pemerintah untuk menghidupkan kembali pasar ini diharapkan dapat membuka ruang baru bagi pedagang sekaligus mengembalikan kejayaan pasar yang sempat membanggakan masyarakat Kota Jayapura.(kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Ia menjelaskan, anggaran yang dialokasikan untuk TPP ASN sebesar Rp7,5 miliar, sementara THR mencapai Rp25…
Ketua Bawaslu Papua, Hardin Halidin mengatakan laporan tersebut merupakan bentuk akuntabilitas lembaga pengawas pemilu atas…
Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Matius Pawara, menjelaskan bahwa rumah singgah tersebut disiapkan sebagai tempat…
Juru taktik Persipura, Rahmad Darmawan mengaku puas dengan etos kerja anak asuhnya. Menurutnya, pemusatan latihan…
Karena itu, menurutnya, pelayanan kepada masyarakat harus menjadi fokus utama perusahaan daerah tersebut. “Air bersih…
General Manager Kantor Cabang PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Sentani Jayapura, I Nyoman Noer…