Categories: METROPOLIS

Perkawinan Dini Jadi Penyebab Tingginya Angka Stunting

JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua, mensinyalir bahwa perkawinan usia dini, jadi salah satu faktor penyebab tingginya angka stunting di Papua. Hal itu disampaikan Pj Gubernur Papua, Ramses Limbong usai pengukuhan Kepala BKKBN Provinsi Papua, di Kantor Gubernur, Rabu (16/10).

   “Penyebab stunting di Papua, pertama adalah perkawinan usia dini. Kedua, masalah tingkat kehidupan. Tingkat kehidupan di kampung-kampung di Papua masih perlu kita tingkatkan,” kata Ramses.

   Untuk mengurangi angka perkawinan dini, Ramses menyebut pihaknya akan melakukan pendekatan ke masyarakat melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB).

   “Kita bisa melakukan pendekatan melalui DP3KB, mereka nanti menjelaskan ke masyarakat tentang pentingnya kesehatan ibu dan anak. Termasuk menjelaskan dampak dari perkawinan dini,” ujarnya.

  Selain itu juga, DP3KB mensosialisasikan terkait idealnya usia pernikahan. Dimana ideal pernikahan adalah 21 hingga 25 tahun, namun kenyataanya masih banyak ditemui menikah dibawah umur dikarenakan faktor adat dan sebagainya.

  “Sehingga itu perlunya juga pendekatan kearifan lokal khususnya adat istiadat, sebab ada di beberapa daerah di Papua karena kebiasaan adatnya menyebabkan perkawinan dini itu masih banyak ditemui, dan ini sangat rentang terhadap stunting,” jelasnya.

   Menurutnya, dengan langkah ini bisa meminimalisir perkawinan dan mengurangi stunting. Dengan begitu, kesejahteraan masyarakat juga meningkat yang berdampak pada mengurangi stunting.

   “Penanganan stunting menjadi program prioritas nasional untuk menuju Indonesia emas tahun 2045, diharapkan usia-usia produktif mampu berkarya,” ujarnya.

   Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Perwakilan Papua, Charles Barbar mengatakan angka perkawinan dini masih tinggi di Papua. “Ini juga salah satu penyebab terjadinya stunting, perempuan harusnya menikah dengan usia yang ideal dan saat hamil harus melalui proses skirining di kabupaten/kota,” kata Charles kepada Cenderawasih Pos.

   Charles menyebut angka stunting di Papua meliputi 29 kabupaten/kota mencapai 28,6 persen, presentase angka ini lebih tinggi dari angka stunting nasional. (fia/tri)

Pj Gubernur Papua Ramses Limbong saat bersalaman dengan salah satu pelajar di Biak belum lama ini. Ia menyebut perkawinan dini salah satu penyebab tingginya angka stunting di Papua. (FOTO: Elfira/Cepos)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

2 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

3 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

4 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

5 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

6 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

7 hours ago