

Kepala BBKHIT Papua, Lutfie Nasir didampingi anggotanya saat memberikan keterangan pers, Selasa (16/9).
JAYAPURA – Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Papua, memastikan bahwa setiap lalu lintas komoditi baik masuk maupun keluar harus memiliki dokumen lengkap dan sehat.
Kepala Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua, Lutfie Nasir menyebut, komditi ikan yang berasal dari Papua banyak dikirim ke Surabaya, Jakarta dan Makassar. Khususnya kepiting dan lobster.
“Komoditi ikan kita baik di Jayapura maupun di Biak berpotensi ekspor,” kata Lutfie kepada wartawan, saat coffee morning dengan media, di Jayapura, Selasa (16/9).
Untuk itu, Lutfie mendorong agar komoditi tersebut langsung diekspor ke tempat tujuan. Tanpa melalui Makassar, Bitung atau Surabaya. “Jika dari Papua langsung diekspor ke daerah tujuan bisa menjadi triger bagi kita. Menjadi pemasukan bagi daerah juga,” ungkapnya.
Page: 1 2
Pemerintah menargetkan pendapatan negara di wilayah Papua pada 2026 sebesar Rp6,7 triliun, yang terdiri atas…
Owen membeberkan bahwa mereka sudah menjajaki dua stadion di Jawa Timur. Dan saat ini masih…
Dari hasil peninjauan, pemerintah menemukan sejumlah aspek yang perlu segera dibenahi, di antaranya sanitasi tempat…
Keputusan ini menjadi pengalaman pertama bagi skuad Persipura. Pada musim-musim sebelumnya, mereka lebih sering menggelar…
Menurutnya, selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan secara maksimal dalam perencanaan maupun pelaksanaan program.…
Penangkapan bermula saat D.H. menjalani pemeriksaan di Passenger Security Check Point (PSCP) Terminal Keberangkatan Bandara…