Categories: METROPOLIS

Penyelundupan Ganja di Jalur Tikus Masih Marak

JAYAPURA-Upaya menekan dan mempersempit ruang gerak para pelaku penyelundupan ganja di daerah perbatasan RI PNG makin gencar dilakukan. Sejumlah ladang ganja beberapa waktu lalu berhasil ditemukan, kini barang bukti lainnya ikut diamankan petugas.

   Seperti yang diungkap Satgas Yonif 122/TS yang mengamankan 462 gram paket ganja di perbatasan RI-PNG. Diakui jalur tikus atau jalan tak resmi masih sering digunakan untuk memasukkan barang haram tersebut ke Jayapura.

Penyelundupan ganja tidak hanya di perbatasan Kota Jayapura, tapi  juga perbatasan di wilayah Keerom, baru masuk ke Kota Jayapura.

   Diceritakan upaya menggagalkan penyelundupan ganja ini dilakukan Satgas Pamtas RI-PNG Sektor Utara Yonif 122/TS yang berada di bawah naungan Korem 172/PWY, Pos Waris.

   Berawal dari kegiatan disekitar Pos Lintas Batas Tradisional Waris yang menghubungkan perbatasan RI-PNG berhasil temukan narkoba jenis ganja di Kampung Banda, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Papua pada Jumat (15/9). Saat itu ada seorang pemuda dari PNG yang tak dikenali diamankan kemudian dilakukan pemeriksaan.

   Ia tak turun untuk melapor di pos lintas batas tradisional, sementara masyarakat lain tetap turun melapor sehingga ia pun dicurigai. Pemuda tersebut hanya berdiri diam di seputaran gapura perbatasan.

Danpos Waris Letda Inf Hasan Basri menerangkan, bahwa jarak tempat pelaksanaan pemeriksaan di Kantor Pos Lintas Batas ke gapura perbatasan ke tempat pelaku berdiri kurang lebih 150 meter.

   Karena merasa curiga dengan keberadaan pemuda yang tidak berani melintasi pemeriksaan sedangkan masyarakat lain mereka melintasi, personel Pos Waris pun mendatanginya.

“Melihat hal ini timbul kejanggalan. Kami berinisiatif untuk mendatangi pemuda itu dengan tujuan untuk bertanya namun pada saat kami baru jalan ke arahnya, pemuda (OTK) itu langsung kabur meninggalkan gapura perbatasan dengan berlari masuk wilayah PNG,” cerita Hasan Basri.

   “Kami sempat melakukan pengejaran tetapi karena sudah masuk wilayah PNG akhirnya kami hentikan  pengejaran. Hanya sampai batas gapura perbatasan saja,” beber Danpos.

   Setibanya di gapura perbatasan, Danpos memerintahkan anggota untuk melaksanakan pemeriksaan di sekitar gapura tempat pemuda tersebut berdiri untuk memastikan apa ada barang barang yang ditinggalkannya.

“Biasanya kalau ada yang mau melintas itu membawa barang tapi pemuda ini tidak membawa apa – apa dna ternyata sudah ada yang dibuang lebih duluberupa karung beras. Karung ini  diisi dengan daun ubi dan di bawahnya terdapat ganja yang sudah dibungkus plastik dengan 9 paketan,” sambung Danpos.

  Setelah ditimbang diketahui  beratnya 462 gram,”  tutupnya. (ade/tri)

newsportal

Recent Posts

H-2 FBLB ke 34, Wisatawan Mancanegara Mulai Berdatangan ke Wamena

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (DISBUDPAR) Kabupaten Jayawijaya Engelbert Sorabut, S.Sos mengakui jika Pada H-2…

30 minutes ago

Pejabat Lama Pensiun, Bupati Tunjuk Adam Umar Plt. Asisten II

Penunjukan  Asisten yang membidangi perekonomian dan pembangunan ini dilakukan oleh Bupati Markus Mansnembra setelah pejabat…

5 hours ago

Jelang TC di Boyolali, Persipura Jalani Medical Check Up di Surabaya

Dokter Tim Persipura, Benny Surapatty, menjelaskan bahwa MCU ini wajib dilakukan untuk memastikan kondisi fisik…

7 hours ago

Disambut Antusias, Lomba Gerak Jalan Tingkat SMP Diikuti 66 Regu

Lomba gerak jalan menyambut semarah Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kabupaten…

8 hours ago

Pemkab Tolikara Gelar Advokasi dan Sosialisasi Pemenuhan Hak Anak, Dorong Terwujudnya Kabupaten Layak Anak

Pemerintah Kabupaten Tolikara melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggelar Kegiatan Advokasi dan…

13 hours ago

Realisasi APBD Papua Baru 36 Persen

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua, L. Christian Sohilait mengatakan, realisasi anggaran sebesar 36 persen tersebut…

14 hours ago