Rustan juga meminta agar Disnaker melakukan pemantauan pasca pelatihan untuk memastikan sejauh mana pelatihan ini berdampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan peserta.
“Setelah pelatihan selesai, peserta harus didata — siapa yang sudah bekerja, siapa yang sudah buka usaha, dan siapa yang belum. Kalau ada yang belum terserap, evaluasi penyebabnya agar program ke depan bisa lebih tepat sasaran,” tegasnya.
Program pelatihan ini diharapkan tidak hanya menambah keterampilan teknis peserta, tetapi juga menumbuhkan semangat wirausaha di kalangan pemuda OAP, sehingga mereka dapat berkontribusi langsung dalam pembangunan ekonomi daerah melalui sektor otomotif.(kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura menerbitkan peringatan dini terkait ancaman kekeringan…
Insiden yang terjadi pada Senin, 17 Agustus 2026 tersebut berawal dari penyerangan pos keamanan di…
Penandatanganan nota kesepahaman yang sarat nilai historis tersebut berlangsung secara khidmat pada Sabtu, 22 Agustus…
Selama sepekan terakhir, wilayah Kabupaten Puncak, Papua Tengah, sempat dikepung asap tebal akibat kebakaran hutan…
Mereka juga membawa boneka serupa yang diberikan oleh Direktur Utama RSUP Dr Kariadi, Agus Akhmadi.…
Bambang menjelaskan, tepung jagung yang digunakan dalam inovasinya tidak bekerja secara tunggal. Tepung tersebut dicampurkan…