Rustan juga meminta agar Disnaker melakukan pemantauan pasca pelatihan untuk memastikan sejauh mana pelatihan ini berdampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan peserta.
“Setelah pelatihan selesai, peserta harus didata — siapa yang sudah bekerja, siapa yang sudah buka usaha, dan siapa yang belum. Kalau ada yang belum terserap, evaluasi penyebabnya agar program ke depan bisa lebih tepat sasaran,” tegasnya.
Program pelatihan ini diharapkan tidak hanya menambah keterampilan teknis peserta, tetapi juga menumbuhkan semangat wirausaha di kalangan pemuda OAP, sehingga mereka dapat berkontribusi langsung dalam pembangunan ekonomi daerah melalui sektor otomotif.(kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
BTM bersama tim akan menjalankan tugas pengarah bersama PGIW Papua, pengurus FK PKB di tiga…
Kondisi laut yang tidak bersahabat ini membuat para nelayan memilih untuk mengamankan aset mereka daripada…
Dalam peninjauan tersebut, Pemerintah Kabupaten Jayapura merencanakan penambahan luas lahan TPU Dosay sekitar 5 hektare…
Ia tak menampik bahwa Indonesia masih menghadapi sejumlah persoalan terkait pelanggaran HAM yang belum sepenuhnya…
Indonesia menjadi Presiden Dewan HAM adalah sebuah hal yang lumrah. Dimana lima region lainnya dibelahan…
General Manager Bandara Internasional Sentani, I Nyoman Noer Rohim, mengatakan, berdasarkan data operasional bandara, jumlah…