

Kondisi dua kapal nelayan lokal yang terpaksa parkir perahu karena tidak melaut disebabkan gelombang yang cukup tinggi. (foto:Ismail/Cenderawasih Pos)
WAROPEN – Cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang tinggi dan angin kencang yang melanda perairan Waropen sejak semalam Selasa (20/1) memaksa para nelayan lokal untuk berhenti melaut sementara waktu.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu (21/01), puluhan perahu nelayan tampak hanya tertambat di tepian pantai dan muara sungai guna menghindari risiko kecelakaan di laut.
Kondisi laut yang tidak bersahabat ini membuat para nelayan memilih untuk mengamankan aset mereka daripada memaksakan diri turun ke laut. “Angin sangat kencang dan gelombang di tengah cukup tinggi, sangat berisiko untuk perahu ukuran kecil.
Kami memilih parkir dulu sampai cuaca kembali tenang,” ujar salah satu nelayan setempat saat ditemui di lokasi penambatan perahu.
Dampak dari kondisi ini mulai dirasakan masyarakat, terutama dengan berkurangnya pasokan ikan segar di pasar-pasar lokal yang memicu kenaikan harga komoditas laut. Selain berdampak pada sektor ekonomi dan pendapatan harian keluarga nelayan, cuaca ekstrem ini juga menuntut kewaspadaan tinggi bagi transportasi laut antarpulau yang biasa melintasi perairan tersebut.
Page: 1 2
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyatakan satuan tugas TNI…
Menurut Abisai Rollo, tingginya angka kebakaran dalam beberapa waktu terakhir harus menjadi perhatian serius semua…
Para Gubernur dan Bupati/Wali Kota se-Tanah Papua melakukan Forum Koordinasi Strategi Percepatan Pembangunan. Pertemuan ini…
Gubernur Papua Matius D Fakhiri meminta masyarakat adat dilibatkan dalam pengelolaan saham PT Papua Divestasi…
Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Perkebunan dan…
Berdasarkan hasil monitoring, wilayah Zona Musim (ZOM) seperti Kabupaten Jayapura, Keerom, dan Sarmi saat ini…