Categories: METROPOLIS

Soal Beasiswa Mahasiswa, Ada Anak Pejabat Juga Terima Bantuan

JAYAPURA – Meski benang kusut persoalan mahasiswa Papua yang kuliah di luar negeri perlahan dituntaskan, namun rekomendasi Pansus DPR Papua hingga kini nampaknya belum sepenuhnya berjalan. Pansus hanya bisa memonitor sampai dimana persoalan ini dan bagaimana penanganannya.

   Anggota Kelompok Khusus DPR Papua, Yonas Nusi menyampaikan bahwa dari rapat – rapat yang dilakukan, diketahui ternyata dana beasiswa ini tidak hanya diberikan bagi mereka yang  tidak mampu dan layak dibiayai, namun ternyata ada juga  anak sejumlah pejabat yang menerima aliran dana tersebut.

  “Ini seperti aji mumpung. Uang negara, yang atur pejabat di Papua dan akhirnya ada juga yang anak – anaknya masuk  sebagai penerima. Kalimatnya, mampu tapi dibantu,” beber Yonas Nusi di Entrop, Rabu (15/5).

  Yonas menyampaikan bahwa rekomendasi pansus ketika itu adalah persoalan mahasiswa luar negeri ini  tidak lagi ditangani pemerintah, melainkan sebuah lembaga independen.Lembaga yang terbuka dan objektif untuk menjalankan tugasnya.

  “Bentuknya lembaga sendiri, sebab kalau badan nantinya ada intervensi dari pemerintah dan kami pikir harusnya ini bisa. Lembaga ini memberikan proteksi kepada anak yang akan sekolah dan ia kirim hingga kawal sampai selesai. Saat berangkat dan lulus itu dikawal dan dipublis sehingga kita mengetahui dampak dari anggaran yang dikeluarkan tadi,” beber Yonas.

    Ia mencontohkan dana kuliah di luar negeri sebesar Rp 100 miliar dan penggunaannya apa saja lalu siapa saja penerima manfaatnya itu disampaikan ke publik. “Saya pikir kita patut mengetahui siapa saja yang dibiayai dan lulus atau tidak. Jangan anak pejabat malah ikut menerima dan dibiayai negara. Apa ini bukan bagian dari nepotisme?,” sindir Yonas.

   Ia menegaskan bahwa harusnya data mahasiswa yang mendapat beasiswa juga dibuka transparan biar publik bisa ikut mengawasi, bukan data justru didapat dari orang tua yang anaknya gagal menerima bantuan.

   “Jadi kalau bicara soal data juga masih kacau, sebab kami di DPR minta saja tidak diberikan jadi kami berharap apa yang direkomendasikan pansus itu dijalankan,” tutup Yonas. (ade/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Korupsi Aerosport Mimika Berujung Setoran Rp26,3 Miliar

Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Jefferdian menjelaskan, perkara tersebut berawal dari pembangunan sarana dan prasarana Aerosport…

8 hours ago

Dishub Tolikara Buka Akses Penerbangan Bersubsidi, Empat Distrik Terlayani

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tolikara, Yulius, mengatakan saat ini pihaknya bekerja sama dengan VTE Aviation…

15 hours ago

Ratusan ASN Pemkab Biak Numfor Diwajibkan Ikuti Ujian Profiling

Kepala BKN Regional IX Papua Nur Hasan mengapreiasi langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Biak…

16 hours ago

Massa Tolak MBG dan Tuntut Pendidikan Gratis di Tanah Papua

Puluhan orang menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Senin (21/9). Mereka…

17 hours ago

74 BTS di Keerom Sudah Mengudara

Akses telekomunikasi di wilayah pelosok Kabupaten Keerom kini semakin terbuka lebar. Sebanyak 74 Base Transceiver…

18 hours ago

OPD Diminta Rampungkan RKPD dan RKA Tepat Waktu

Dalam arahannya, Noak Wasanggai menegaskan agar seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah…

19 hours ago