Categories: METROPOLIS

Drainase Tersumbat, Air Meluap di Jalan Masuk Pasar Youtefa

JAYAPURA – Kondisi jalan di wilayah Abepura, kembali menjadi sorotan warga. Meski cuaca sedang memasuki musim kemarau dan tidak ada hujan dalam beberapa hari terakhir, sejumlah ruas jalan di kawasan tersebut masih tergenang air.

Dari pantuan Cenderawasih Pos, genangan air meluap di badan jalan dengan ketinggian bervariasi, mulai dari beberapa sentimeter hingga hampir menutupi permukaan aspal. Kondisi ini mengganggu aktivitas pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor yang harus melambat atau mencari jalur alternatif demi menghindari risiko tergelincir.

Tepat di jalan masuk pasar Induk Youtefa, tepatnya setelah SMK Negeri 5 Jayapura dari arah Abepura genangan air yang selalu menutupi sebagian badan jalan utama. Diketahui, kondisi ini disebabkan karena drainase di daerah tersebut tidak berfungsi dengan maksimal.

Genangan air ini membuat para pengendara roda dua termasuk roda empat tanpak hati-hati ketika melintasi di jalan tersebut. Selain rusak, area tergenang air di jalan itu dipenuhi lumut sehingga menjadi licin, rawan bagi pengguna jalan.

Selain itu sampah plastik dari berbagai jenis merek tumpuk di selokan yang berada di pinggir jalan tepatnya depan SMK Negeri 5 Jayapura. Bau tak sedap tak bisa terhindar dari dalam air hitam pekat. Kondisi ini pun membuat para pengendara yang melintas dan masyarakat setempat merasa tidak nyaman.

“Kalau hujan sudah pasti banjir kecil, tapi ini sekarang lagi kemarau juga masih tergenang. Airnya lama surut, kadang sampai berhari-hari,” ujar salah satu warga yang setiap hari melintas di kawasan tersebut.

Warga lain Saeful (47) saat ditemui di lokasi mengatakan kerusakan ruas jalan tersebut sudah cukup lama, lubang semakin membesar karena jalan setiap hari tergenang air.

“Beginilah kondisinya, semakin hari semakin besar kerusakannya. Padahal tak ada hujan, jalan tetap saja tergenang air,” ungkapnya, kepada Cenderawasih Pos, Rabu (15/4).

Ketika hujan, lanjut Saeful, ruas jalan tersebut seperti sungai. Tidak ada tempat air mengalir karena drainasenya tidak berfungsi. Lubang di jalan yang tegenang air menyebabkan kendaraan sering terperosok dan jatuh. Hal ini menurutnya sangat membahayakan pengguna jalan.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Korupsi Aerosport Mimika Berujung Setoran Rp26,3 Miliar

Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Jefferdian menjelaskan, perkara tersebut berawal dari pembangunan sarana dan prasarana Aerosport…

22 hours ago

Pemerintah Jamin, Puskesmas yang Ditinggal Nakes Non OAP Tidak Akan Ditutup

Langkah ini diambil seminggu pasca-insiden penembakan yang menimpa tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian…

1 day ago

Dishub Tolikara Buka Akses Penerbangan Bersubsidi, Empat Distrik Terlayani

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tolikara, Yulius, mengatakan saat ini pihaknya bekerja sama dengan VTE Aviation…

1 day ago

Jayawijaya Kabupaten Pertama di Papua Pegunungan Terima Bantuan Bencana Kekeringan

Anggota Komisi XIII DPR RI Yan P Mandenas, S.Sos, M.Si menyatakan respon cepat yang diambil…

1 day ago

Ratusan ASN Pemkab Biak Numfor Diwajibkan Ikuti Ujian Profiling

Kepala BKN Regional IX Papua Nur Hasan mengapreiasi langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Biak…

1 day ago

Massa Tolak MBG dan Tuntut Pendidikan Gratis di Tanah Papua

Puluhan orang menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Senin (21/9). Mereka…

1 day ago