

Sarles Brabar (foto:Jimi/Cepos)
JAYAPURA – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Indonesia
(Kemendukbangga/BKBN) terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional
(BGN) terkait dengan dukungan pencegahan stunting.
Karena selain mencukupi gizi anak sekolah, setiap SPPG harus mengalokasikan 10 persen untuk pencegahan stunting dengan sasaran para ibu hamil (bumil), ibu menyusui
(busui) dan juga balita non PAUD.
Hal ini disampaikan langsung kepala Kemendukbangga Papua Sarles Babar kepada Cenderawasih Pos di Kotaraja, Rabu (14/1). Dalam keterangannya Sarles mengatakan pembagian MBG 3B (bumil, busui dan balita non PAUD) diprakarsai oleh Kemendukbangga yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan stunting.
Menurutnya Intervensi stunting sejak masa kehamilan diperkuat melalui program Makanan Bergizi Gratis. Program ini menjadi strategi untuk mencegah stunting sejak periode 1.000 hari pertama kehidupan.
“Persoalan utamanya adalah untuk mengatasi permasalahan stunting. Jadi kalau seorang ibu hamil itu gizinya terpenuhi maka akan terhindar dari permasalahan stunting,” kata Sarles kepada Cenderawasih Pos.
Menurutnya program MBG ini penting diterapkan kepada kelompok tersebut (3B), mengingat permasalahan stunting di Papua maupun Indonesia pada umumnya saat ini sangat krusial. Hal ini dilakukan demi terwujudnya generasi penerus ke depannya.
Page: 1 2
Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan setempat mulai membenahi layanan pendidikan khusus menyusul rendahnya indeks…
Massa aksi datang menggunakan dua unit mobil pikap dengan membawa sejumlah atribut, di antaranya…
Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Abepura terus mendorong upaya kemandirian bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)…
Sebanyak 13 calon siswa (casis) yang dikirim melalui Lanud J.A. Dimara Merauke berhasil lolos seleksi…
Ibadah syukur yang berlangsung di Tugu Injil Pesisir Pantai Skouw, Kampung Skouw Yambe, tersebut…
Dihubungi dari Jayapura, AKBP Arjuna mengatakan, dari pengakuan kedua tersangka, mereka ditangkap dalam dua hari…