

Guru SLB Negeri Pembina Provinsi Papua Sery Rante Pabunga saat memberikan pelajaran bagi siswa SLB di Papua (Foto/Antara/Dok.SLB Papua)
JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan setempat mulai membenahi layanan pendidikan khusus menyusul rendahnya indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan yang dinilai masih belum mampu menjawab kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Marthen Medlama di Jayapura, Senin, mengatakan pembenahan tersebut dilakukan melalui evaluasi berbagai persoalan pendidikan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
“Rendahnya capaian SPM menyebabkan sejumlah layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus belum dapat diberikan secara optimal,” katanya.
Menurut Marthen, salah satu pembenahan yang akan dilakukan dalam waktu dekat, yakni kebutuhan tenaga pendidik dimana hal ini menjadi perhatian, karena sejumlah guru di sekolah khusus akan memasuki masa pensiun
“Sehingga, kondisi tersebut juga berkaitan dengan indikator penilaian SPM yang dilakukan pemerintah pusat. Penilaian untuk kewenangan provinsi lebih menitikberatkan pada pendidikan khusus, sementara SMA dan SMK telah menjadi kewenangan kabupaten/kota,” ujarnya.
Page: 1 2
Ketiga jabatan tersebut yakni Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Jayapura, Kepala…
Meski tak menceritakan secara detail bagaimana proses korban bisa melarikan diri atau diamankan dari pihak…
Pemerintah Daerah Kabupaten Lanny Jaya secara resmi memulai pelaksanaan Diklat Prajabatan, Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS…
Massa aksi datang menggunakan dua unit mobil pikap dengan membawa sejumlah atribut, di antaranya…
Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Abepura terus mendorong upaya kemandirian bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)…
Sebanyak 13 calon siswa (casis) yang dikirim melalui Lanud J.A. Dimara Merauke berhasil lolos seleksi…