Categories: METROPOLIS

RSJ Abepura Siapkan Rehabilitasi dan Pelatihan Kerja ODGJ

​JAYAPURA – Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Abepura terus mendorong upaya kemandirian bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) agar dapat pulih sepenuhnya dan tidak lagi bergantung pada obat-obatan. Salah satu langkah strategis yang dirancang adalah pengusulan relokasi lahan seluas kurang lebih 23 hektar di kawasan Koya Tengah kepada Pemerintah Provinsi Papua.

  Kepada Cenderawasih Pos, ​Direktur RSJ Abepura, dr. Edyson ML Gaol, mengungkapkan bahwa sekitar 80 hingga 90 persen dari total luas lahan tersebut nantinya dialokasikan khusus sebagai pusat rehabilitasi kejiwaan dan sarana pelatihan kerja (balai latihan kerja) bagi para pasien yang kondisi kesehatannya mulai stabil.

  “Tujuan utama kita ada dua: pertama, bagaimana caranya pasien ini bisa melepaskan ketergantungan pada obat-obatan, dan kedua, agar mereka bisa hidup mandiri serta berpenghasilan sendiri,” ujar dr. Edyson saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (14/9).

  Di lahan rehabilitasi tersebut, para pasien akan dibekali berbagai keterampilan praktis di bidang pertanian, perikanan, hingga peternakan. RSJ Abepura juga berencana menggandeng dinas teknis terkait untuk pendampingan program pelatihan.

  dr. Edyson menjelaskan, sektor usaha yang diajarkan berfokus pada komoditas yang memberikan hasil cepat (jangka pendek), yakni sekitar 1 hingga 3 bulan, seperti budidaya ayam, bebek, atau ikan.

  “Kita dorong jenis usaha yang hasilnya bisa dipanen cepat, maksimal 3 bulan. Misalnya beternak ayam, dalam satu bulan sudah bisa menghasilkan telur atau daging untuk dijual. Dengan memiliki kesibukan dan penghasilan, memori dan pikiran mereka teralih ke hal-hal positif sehingga mengurangi kecemasan maupun ilusi,” jelasnya.

   Ia mencontohkan, pemanfaatan lahan efisien seluas 100 meter persegi untuk peternakan ayam produktif sudah mampu memberikan penghasilan yang memadai bagi pasien untuk menopang kebutuhan hidupnya secara mandiri.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

15 minutes ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

8 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

9 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

11 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

12 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

13 hours ago