Categories: METROPOLIS

Sarpras di RSJ Terbatas, Berdampak Pada Penanganan ODGJ

JAYAPURA-Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura,  Djong Makanuay  mengungkapkan bahwa keterbatasan sarana dan prasarana (Sarpras) di rumah sakit jiwa yang ada di Kota Jayapura  berdampak pada upaya penanganan terhadap masalah Orang Dengan Gangguan Jiwa atau ODGJ di Kota Jayapura.

   “Pelayanan di Rumah Sakit Jiwa bagi para ODGJ ini memang mengalami sedikit kendala. Karena sedikitnya ruang pelayanan yang disediakan bagi para ODGJ di Kota Jayapura ini. Sehingga harus menunggu slotnya terbuka atau tersedia, baru  layanan penanganan ODGJ  langsung kita eksekusi,” kata Djong Makanuay, Senin (13/11)..

   Menurutnya, ada puluhan ODGJ yang tersebar di  Kota Jayapura. Pemerintah sendiri belum memiliki database terkait dengan keberadaan para ODGJ ini.  Namun pemerintah melalui Dinas Sosial sedang melakukan pendaftaran terhadap ODGJ ini, karena ODGJ ini juga banyak yang berasal dari luar wilayah Kota Jayapura.

   “Lintas sektor sudah bergerak tahun kemarin, dan hari ini ada tim di lapangan untuk memantau kondisi ODGJ di Kota Jayapura.  Langsung bekerja sama dengan Rumah Sakit Jiwa,  dokternya terus di lapangan untuk setiap hari memantau kondisi dan menunggu slot layanan di RSJ, Kalau terbuka, langsung kita angkut.  Selain itu juga menyiapkan nutrisi bagi ODGJ,” katanya.

   Lanjut dia penanganan ODGJ ini memang harus benar-benar dilaksanakan dengan tepat,  terutama untuk menekan adanya dampak lain yang bisa saja dialami oleh ODGJ ataupun  masyarakat lainnya.

   Karena itu, salah satu upaya yang dilakukan dengan melibatkan anggota-anggota keluarga,  kemudian lintas paguyuban. Dia juga meminta agar keluarga juga harus peduli, bekerja sama dengan Pemkot Jayapura dalam penanganan ODGJ tersebut.

   “Sehingga faktor tadi misalnya ODGJ hamil tidak terjadi, ini karena kondisi sosial di Kota Jayapura terbuka dan cukup berkembang,  dan sangat-sangat berbahaya untuk hal-hal seperti ini” bebernya.

   Ada beberapa hal yang menyebabkan munculnya ODGJ ini, pertama karena akibat gangguan kesehatan kemudian ada juga yang dipicu  faktor ekonomi yang menyebabkan orang stres ataupun masalah lainnya.

   “Tapi kami tetap upaya maksimal untuk menjawab tantangan ODGJ di Kota Jayapura.  Kendalanya cuman koordinasi dengan keluarga, sehingga kami berharap keluarga itu peduli,” tambahnya. (roy/tri)

Juna Cepos

Recent Posts

Wamendagri: Data OAP Jadi Dasar Utama Kebijakan Otsus Papua

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendorong percepatan pelaksanaan sensus orang asli Papua (OAP)…

1 hour ago

Dua Warga Australia Divonis Lebih Berat dari Tuntutan JPU

Vonis yang dijatuhkan Hakim Tunggal Bakti Maulana tersebut lebih berat dibanding dengan tuntutan Jaksa Penuntut…

2 hours ago

Komnas HAM: Ada Pembiaran di Tambang Ilegal

Kasus pembunuhan terhadap pendulang emas di tanah Papua kembali terjadi dan dinilai sebagai peristiwa berulang…

2 hours ago

Kemendagri Tugaskan Pemprov Papeg Siapkan Langkah Penanganan Pasca Konflik

Kementrian dalam negeri menugaskan pemprov Papua Pegunungan dan Pemkab Jayawijaya untuk segera untuk menyiapkan langkah…

3 hours ago

Satresnakoba Polresta Musnahkan 5, 2 Gram Sabu

Penyidik Satuan Reserse Narkoba Polresta Jayapura Kota memusnahkan barang bukti narkotika golongan I jenis sabu…

3 hours ago

Presiden Prabowo Bakal Panen Raya Padi di Merauke

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, rencana persiapan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam rangka panen…

4 hours ago