Categories: METROPOLIS

Tak Miliki Tempat Rehab, Penyidik Harus Bolak Balik ke Makassar

JAYAPURA-Direktur Narkoba Polda Papua, Kombes Pol Alfian mengaku bahwa sudah selayaknya Provinsi Papua memiliki lokasi atau  rehabilitasi bagi pengguna narkoba baik ganja maupun sabu – sabu. Pasalnya hingga saat ini Papua belum memiliki fasilitas rehabilitasi sehingga semua pelaku yang menjadi pengguna narkoba selalu dirujuk atau dikirim ke Balai Rehabilitasi BNN Baddoka Makassar.

   Sementara untuk pengiriman pelaku ini diakui membutuhkan biaya yang tak sedikit. Biasanya akan menghabiskan anggaran Rp 20 juta hingga Rp 30 juta.

“Ini juga jadi kendala bagi kami, sebab ketika ada yang ditangkap sebagai pengguna dan hasil assessment harus direhabilitasi maka pelaku akan langsung dibawa ke Makassar, hanya saja biaya untuk itu diambil secara mandiri,” kata Kombes Alfian di ruang kerjanya, Rabu (13/3).

   Lalu jika akhirnya batal dilakukan rehabilitasi, maka biasanya penyidik akan mengembalikan pelaku ini kepada keluarganya, meski diakui hasilnya tidak akan maksimal mengingat biasanya pelaku kembali melakukan perbuatan serupa.

   “Kami berharap di Papua ada tempat untuk rehabilitasi sebab di Papua Barat saja yang merupakan provinsi kedua setelah Papua ternyata memiliki tempat rehabilitasi, sedangkan di Papua harus dikirim ke Makassar,” harapnya.

    Dan  ironisnya lagi kalaupun ada yang dikirim ke Makassar biasanya belum tentu langsung diterima. “Ini sudah beberapa kali terjadi, kami hubungi dari sini dikatakan oke tapi sampai disana ada yang baru masuk dan akhirnya yang kami bawa ini terpaksa dipulangkan dan itu menggunakan kapal,” ceritanya.

   Ini tak lepas dari kebijakan di Baddoka yang lebih memprioritaskan pengguna di Makassar. Pernah pihaknya mengirim dan sudah konfirmasi, ternyata sudah ada diisi orang lain. “Jadi memang masih sulit, kalau dikembalikan ke keluarga pasti tidak maksimal karena akan bertemu teman – temannya lagi dan itu sudah beberapa kali terjadi,” imbuhnya.

  “Yang terjadi akhirnya saat dilakukan penangkapan ternyata pelakunya masih sama karena mengulang perbuatannya sebagai pengguna,” tutup Alfian. (ade/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Hanya Tersisa Dua Guru, SD Kampung Wumuka Terancam Gagal Ujian

Jalannya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah dasar (SD) di Kampung Wumuka, Distrik Mimika Barat…

8 minutes ago

Ke Depan, Pengelolaan Dana Otsus Diserahkan ke Masyarakat!

Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah turun gunung ke Kabupaten Mimika untuk menjaring aspirasi…

1 hour ago

Tolikara Bergerak Untuk Iman, Pemkab Tolikara All Out Sukseskan Rapat BPL GIDI di Kanggime

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama seksi infrastruktur melakukan peninjauan pembangunan akses jalan,…

2 hours ago

Gubernur Ajak Warga Kampung Kaniskobat Dukung Program Pembangunan

Selain itu, Apolo juga mengajak masyarakat untuk ikut mengambil bagian dan turut serta dalam pembangunan…

3 hours ago

FLS3N dan O2SN Ajang Melatih Anak Bangun Sportifitas dan Kerja Keras

‘’Sebuah prestasi tidak dihasilkan secara instan tapi lewat kerja keras, berjenjang dan penuh disiplin. FLS3N…

4 hours ago

Senggolan Waktu Joget, Prajurit TNI AD Tewas Ditembak

Kejadian berlangsung di Cafe, Resto, Bar and Live Music Panhead, Palembang, sekitar pukul 02.40 WIB.…

5 hours ago