Categories: METROPOLIS

Buntut Kericuhan, Kapolda Ganti Dua Kapolres

JAYAPURA – Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri, memimpin Upacara Serah Terima Jabatan Kapolres Jayawijaya dan Kapolres Tolikara Polda Papua di Aula Rastra Samara Polda Papua Koya Koso. Pergantian dua kapolres ini berdasarkan Surat Perintah Kepala Kepolisian Daerah Papua Nomor: Sprin/183/III/KEP./2023 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dalam jabatan dilingkungan Polda Papua.

   Adapun Pejabat yang melaksanakan serah terima yakni AKBP Heri Wibowo, dari Kasubbid Provos Polda Papua diangkat sebagai Kapolres Jayawijaya menggantikan AKBP Hesman Napitupulu yang mendapat jabatan baru sebagai Pamen Polda Papua. Lalu Kompol Ahmad Fauzan, dari Pamen Polda Papua diangkat sebagai  Pejabat sementara Kapolres Tolikara menggantikan AKBP Dicky Hermansyah Saragih.

  Kapolda menyampaikan kegiatan serah terima jabatan dalam suatu organisasi adalah merupakan bagian dari mekanisme dan dinamika organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan sekaligus mengembangkan organisasi. Memberikan kesejahteraan personel berupa peningkatan promosi jabatan dan menyiapkan regenerasi sehingga organisasi tetap berjalan dan berkesinambungan.

   Hanya kata Fakhiri ada PR besar yang harus segera dijalankan oleh kapolres anyar yakni menumbuhkan kepercayaan public atas pelayanan kepolisian. Bercermin dari kejadian di Wamena beberapa waktu lalu yang akhirnya ada belasan warga sipil yang tewas termasuk kericuhan di Tolikara dikatakan menjadi tugas berat untuk  mengembalikan tingkat kepercayaan public kepada Polri.

   Polri kata Fakhiri  harus mampu melakukan tugas pokok Polri yaitu melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat serta melakukan penegakan hukum yang berkeadilan kepada seluruh masyarakat tanpa pandang bulu.

“Tentunya kami juga memberi catatan. Dari kejadian yang sudah – sudah ini harus diperbaiki dan menjadi tugas baru bagi pejabat baru,” bebernya.

   Selain itu, ia juga berpesan kepada pejabat Kapolres yang baru agar melakukan imbauan-imbauan kepada masyarakat dan pendekatan terhadap masyarakat melalui pemasangan spanduk dan lainnya.  “Lakukanlah pendekatan persuasif agar kejadian seperti di Wamena terkait isu – isu hoax yang mengakibatkan kerusuhan disana agar tidak pernah terjadi lagi,” tutupnya. (ade/tri)

newsportal

Recent Posts

Desak Perlindungan Warga Sipil di Tengah Konflik Bersenjata

Karenanya YKKMP berencana akan memasang baliho hak-hak masyarakat sipil khususnya di Distrik Sinak dan Kembru,…

2 hours ago

Harga Minyak Tanah Bersubsidi di Pengecer Semakin Tak Masuk Akal

arga penjualan minyak tanah (Mitan) bersubsidi di tingkat pengecer pada pasaran Wamena semakin meninggi. Sebab…

3 hours ago

Dua Bersaudara jadi Korban Curas di Kampung Tulem

Aksi pencurian dengan kekerasan kembali terjadi di Jayawijaya kembali terjadi. Kali ini tepatnya di Kampung…

4 hours ago

Rumah Sakit Pengampu Nasional dan Regional Cek Langsung RSUD Merauke

Saat di RSUD Merauke tersebut, para direktur utama rumah sakit tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan…

6 hours ago

Mimika Diterjang Hujan Lebat dan Angin Kencang

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan BMKG, sejak pukul 13.00 WIT, hujan dengan intensitas sedang hingga…

7 hours ago

Belasan OPD Absen, Wali Kota Beri Sinyal Ganti

Tak hanya di tingkat OPD, rendahnya partisipasi juga terjadi di jajaran wilayah. Dari lima kepala…

8 hours ago