

JAYAPURA-Wali Kota Jayapura Dr.Benhur Tomi Mano, MM., mengatakan, di Kota Jayapura, saat ini sudah banyak warga yang memelihara sapi dan babi, yang dipelihara secara liar. Tentu hal ini sangat membahayakan warga dan pengedara yang melintas di jalan.
Selain itu, kotoran hewan yang tidak dikandangkan juga menjadi masalah, jika baunya tercium dimana-mana, apalagi sebagai ibu Kota Provinsi Papua.
Maka dari itu, Wali Kota Tomi Mano, minta kepada Satpol PP Kota Jayapura, agar memberitahukan kepada pemilik hewan itu, supaya hewan peliharaanya bisa dibuatkan kandang, jangan di lepas sembarangan.
“Saya minta warga yang pelihara sapi, babi, untuk bisa dikandangkan, jangan dilepas begitu saja, karena ini Ibu Kota Provinsi Papua, masak ada hewan di jalan-jalan atau masuk kantor. Tolong kepada pemilik peliharaan sapi, babi dan kambing, bisa segera membut kandang,’’katanya, Kamis (14/3)kemarin.
Wali Kota juga menegaskan, jika masih ada pemilik hewan tidak mengindahkan kata-kata Wali Kota, diharapkan, Satpol PP Kota Jayapura bisa mengambil tindakan tegas, dengan menembak hewan yang tidak dikandangkan itu, atau ditangkap, supaya tidak mengganggu warga dan lingkungan sekitar.
Wali Kota juga mengakui, dalam kunjungannya di pembangunan terminal A Entrop, beberapa bulan lalu, ia juga sempat melihat banyak sapi masuk dalam area pembangunan terminal, tentu hal ini sangat tidak lazim. Pasalnya, di pusat kota di tempat pembangunan sebuah terminal yang megah, ada puluhan sapi di dalam terminal. Dan keluhan ini sudah disampaikan warga dari dulu, namun pemilik juga tidak meresponnya.(dil/wen)
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…