

Para tim relawan pemakaman jenasah covid beristirahat di bawah pohon sambil menunggu kedatangan jenasah di lokasi pemakaman Buper, Waena, Minggu (11/7) kemarin. Dengan kondisi lapangan seadanya dan tak dibayar para relawan ini rela tetap bekerja tak kenal waktu. (Gamel Cepos)
*Petugas Covid Perlu Dikawal Polisi
JAYAPURA – Mungkin hanya di Jayapura sebuah pekerjaan kemanusiaan dilecehkan. Aktifitas petugas covid 19 yang setiap hari melakukan penguburan jenasah covid ternyata tidak lepas dari gangguan orang mabuk. Sebuah pekerjaan yang dilakukan dengan sukarela yang sepatutnya disuport ternyata justru ikut menjadi sasaran mereka yang dipengaruhi minuman keras. Ini dialami petugas covid saat mengantar jenasah di Buper Waena, Kamis (12/8)
“Kejadiannya baru saja sekitar jam 6 sore tadi saat kami akan naik mengantarkan jenasah,” kata Yamamoto Sasarari saat terhubung dengan Cenderawasih Pos, Kami kemarin. Yamamoto menjelaskan bahwa setelah melakukan koordinasi dengan petugas pemulasaran di RS Dian Harapan, dirinya langsung membawa mobil ambulance menuju RS Untuk membawa jenasah tersebut. Saat keluar dari rumah sakit memang tidak ada masalah namun saat akan naik ke lokasi pemakaman tepatnya di portal persimpangan ternyata ada mobil jenis Fortuner yang melintang menutupi badan jalan.
Disekitar mobil tersebut terlihat beberapa orang yang dipengaruhi minuman keras dan salah satu yang tidak mengenakan baju terlihat mulai arogan menghentikan laju mobil jenasah. Jika pria ini tidak diamankan rekan – rekannya bisa saja saat itu mobil jenasah ikut jadi sasaran. “Jadi ada beberapa yang mabuk dan mereka menghentikan mobil kami. Tapi salah satu diantara mereka yang nampaknya reseh dan mencoba mengganggu. Untungnya kami lihat temannya ini menarik badan pria arogan tadi dan mengatakan bahwa mobil ini membawa pasien covid dan menjauhkan rekannya tersebut,” cerita Yamamoto.
Saat itu Yamamoto juga memberi kode dengan menghidupkan sirine ambulance agar pelaku pergi hingga rekannya langsung menarik pria ini. “Jadi ada satu yang memang terlihat reseh, kami merasa kurang nyaman kalau begini caranya,” tambahya. Pasalnya kata Yamamoto kejadian seperti ini bukan kali pertama mengingat sebelumnya ketika akan dilakukan penguburan pada malam hari ada juga orang mabuk yang mencoba menghentikan laju mobil jenasah. Bahkan saat itu dikatakan nyaris melempar mobil. “Ya begini kondisinya, kadang tidak kondusif juga dan kami berharap aktifitas teman – teman yang akan melakukan pemakaman bisa dikawal aparat kepolisian sehingga mereka yang melakukan penguburan juga tidak merasa terganggu,” pungkasnya. (ade)
Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Jefferdian menjelaskan, perkara tersebut berawal dari pembangunan sarana dan prasarana Aerosport…
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tolikara, Yulius, mengatakan saat ini pihaknya bekerja sama dengan VTE Aviation…
Kepala BKN Regional IX Papua Nur Hasan mengapreiasi langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Biak…
Puluhan orang menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Senin (21/9). Mereka…
Akses telekomunikasi di wilayah pelosok Kabupaten Keerom kini semakin terbuka lebar. Sebanyak 74 Base Transceiver…
Dalam arahannya, Noak Wasanggai menegaskan agar seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah…