Alfian menegaskan bahwa apabila ditemukan pelajar yang terlibat penyalahgunaan narkoba, pendekatan yang dikedepankan adalah pembinaan dan rehabilitasi karena anak-anak pada dasarnya merupakan korban yang harus diselamatkan.
“Anak sekolah adalah generasi penerus. Kalau ada yang terjerumus menggunakan narkoba, maka yang harus dilakukan adalah upaya penyelamatan melalui rehabilitasi agar mereka bisa kembali seperti semula,” katanya.
Lebih lanjut, Ditresnarkoba Polda Papua telah memiliki pemetaan sejumlah sekolah yang dinilai rawan terhadap penyalahgunaan narkoba. Namun data tersebut bersifat internal dan tidak dapat dipublikasikan.
“Kami memiliki data sekolah-sekolah yang rawan narkoba, tetapi itu tidak bisa kami sampaikan ke publik karena menyangkut reputasi sekolah yang bersangkutan,” tegas Alfian. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, melalui Staf Ahli Wali Kota, Sem Stenly Merauje,…
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, SIK, dikonfirmasi menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang pria diduga melakukan…
Pemandangan elok pesisir Pantai Hamadi, Kota Jayapura, kini tertutup oleh fenomena material laut dan limbah…
Ketua Komisi V DPR Papua, Dina L. Rumbiak, mengatakan pihaknya bersama Dinas Pendidikan Provinsi…
Ketua Bapemperda DPR Kota Jayapura, Ismail Bepa Ladopurab, menilai materi sosialisasi Perda RTRW yang…
Ketua Komisi B DPR Kota Jayapura, Yuli Rahman, menyambut baik dibukanya ruang sosialisasi perdana…