Alfian menegaskan bahwa apabila ditemukan pelajar yang terlibat penyalahgunaan narkoba, pendekatan yang dikedepankan adalah pembinaan dan rehabilitasi karena anak-anak pada dasarnya merupakan korban yang harus diselamatkan.
“Anak sekolah adalah generasi penerus. Kalau ada yang terjerumus menggunakan narkoba, maka yang harus dilakukan adalah upaya penyelamatan melalui rehabilitasi agar mereka bisa kembali seperti semula,” katanya.
Lebih lanjut, Ditresnarkoba Polda Papua telah memiliki pemetaan sejumlah sekolah yang dinilai rawan terhadap penyalahgunaan narkoba. Namun data tersebut bersifat internal dan tidak dapat dipublikasikan.
“Kami memiliki data sekolah-sekolah yang rawan narkoba, tetapi itu tidak bisa kami sampaikan ke publik karena menyangkut reputasi sekolah yang bersangkutan,” tegas Alfian. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Menurut Rustan, kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah secara sukarela saat ini mulai menunjukkan perkembangan…
Abisai mengajak seluruh masyarakat di tiga kampung Skouw untuk menjadikan perjalanan 112 tahun Injil…
Dalam sambutannya, Nyoman Sri Antari mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah konkret Pemkot Jayapura bersama…
Salah satu poin yang disiapkan dalam rancangan instruksi kepala daerah adalah pembatasan jumlah pembelian BBM…
Kepala BGN Regional Papua Tengah Nalen Situmorang mengonfirmasi bahwa tiga SPPG yang berstatus suspen tersebut…
Aksi damai ini digelar bertepatan dengan hari kedelapan berjalannya operasi pencarian dan pertolongan (SAR). Keheningan…