Categories: METROPOLIS

Soroti Data dan Kebocoran PAD, Panja DPRK Sarankan Evaluasi OPD Kolektor

JAYAPURA – Panitia Kerja (Panja) DPRK Kota Jayapura menyoroti serius persoalan pendataan, sinkronisasi antar-OPD hingga potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai masih terjadi di sejumlah sektor.

  Ketua Panja DPRK Kota Jayapura, Ismail Bepa, meminta Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., lebih tegas kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) kolektor agar tidak lagi bekerja sekadar mengejar target di atas kertas.

  Menurut Ismail, setiap OPD kolektor harus benar-benar mengetahui seluruh objek pemungutan yang menjadi kewenangannya. Sebab, tanpa data yang akurat, pemerintah daerah akan kesulitan mengetahui potensi penerimaan yang sesungguhnya.

  “Yang penting dari OPD-OPD kolektor ini, masing-masing OPD punya objek pemungutan. Nah, sekarang dalam pemungutan, misalnya pajak air tanah. Mustahil kalau di Kota Jayapura ini tidak lebih dari 300 dunia usaha yang menggunakan air tanah. Saya yakin lebih,” kata Ismail ke Cepos, Kamis (10/9).

  Pihaknya mengaku  menemukan adanya pelaku usaha yang memasang meteran sendiri, namun terdapat pula meteran yang tidak berfungsi, rusak atau tidak digunakan sebagaimana mestinya, sementara aktivitas penggunaan air tanah tetap berjalan.

   “Sekarang mereka belum punya data dunia usaha yang menggunakan air tanah. Harus minta lagi ke DPMPTSP untuk memberikan data, baru kemudian ditindaklanjuti,” ujarnya.

   Ia mempertanyakan data riil jumlah lapak, kios dan los yang ada di pasar-pasar yang menjadi kewenangan pemerintah kota, khususnya pasar otonom. Menurutnya, keberadaan bangunan atau fasilitas baru seharusnya diikuti dengan pembaruan data objek pemungutan.

  “Sekarang lapak, kios atau los itu belum bertambah. Ada bangunan baru yang dibangun, tetapi pemungutan yang kita ambil di pasar otonom seharusnya bagaimana?” katanya.

   Ismail menilai data yang disampaikan OPD tidak cukup hanya berupa laporan administratif. Data tersebut harus dapat dikonfirmasi dengan kondisi riil di lapangan. Ia mengaku heran ketika dalam pembahasan bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota, pertanyaan mengenai jumlah lapak dan kios tidak dapat dijawab secara langsung.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Tiga Jenazah Diterbangkan ke Kampung Halaman

Untuk yang pertama diterbangkan di hari kedua pasca insiden penembakan tersebut Korban Aprida Rapi diterbangkan…

5 hours ago

Bupati Gusbager Kaget Ada Kampung Tak Tersentuh Pelayanan Pemerintah

Kampung Onam merupakan salah satu kampung Perbatasan yang terletak di pinggiran sungai Sofker. Kampung ini…

6 hours ago

Pemkab Jayapura Masih Punya Utang Tanah Rp211 Miliar, Dibayar Bertahap

Pemerintah Kabupaten Jayapura masih menghadapi pekerjaan rumah dalam penyelesaian kewajiban pembayaran tanah yang telah digunakan…

7 hours ago

Dua Orang yang Diculik KKB Dilaporkan Lolos, Namun Satu Tewas

Dua dari sembilan perempuan yang menjadi korban penculikan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik…

7 hours ago

Terancam Kekurangan Pangan, Pemkab Yahukimo Salurkan Bantuan ke 6 Distrik

Wakil Bupati Yahukimo Esau Miram, S.IP menyatakan Pemerintah Kabupaten Yahukimo telah mengalokasikan beras sebanyak 13…

8 hours ago

Putuskan Rantai Komsumsi Obat Kimia, Fokus Rehabilitasi Berbasis Minat Pasien

  Pihak manajemen dan tenaga kesehatan justru menjadikan kondisi ini sebagai pemantik untuk terus maju…

8 hours ago