Selain itu juga, Dishub sendiri sering meminta para Jukir Liar ini untuk mendaftar ke Dinas agar mereka bukan lagi Jukir Liar tetapi resmi dari pemerintah. “Kita sebenarnya sangat terbuka bagi mereka yang masih Jukir Liar, namun faktanya tidak bisa membuat mereka untuk mengerti dan mau jadi Jukir resmi,” ungkapnya.
Melihat persoalan ini, Kata Sitorus titik persoalannya ada pada perilaku oknum-oknum tersebut. “Kita berharap ada kesadaran dari mereka sendiri, namun hal tersebut jauh dari yang kita harapkan yang membuat mereka masih ada di setiap sudut kota jayapura ini,” pungkasnya.(kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Meski begitu, aktivitas judi online masih melibatkan sekitar 12,3 juta orang yang melakukan deposit melalui…
Artinya, aparatur negara mulai “menabung” untuk pensiun mereka sendiri melalui iuran yang dikelola secara berkelanjutan.…
Langkah ini diambil guna menjamin kelancaran akses transportasi udara dan distribusi logistik bagi masyarakat di…
Rentetan kekerasan itu memuncak pada Senin (2/2), ketika Daniel Datti, SE (41), seorang pekerja mebel…
Kepergian pria kelahiran Sorong, Papua Barat ini menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi Persipura Jayapura,…
Rilis ini mencakup ratusan ribu email, ribuan video dan puluhan ribu foto yang menunjukkan interaksi…