Categories: METROPOLIS

Mendagri Sebut Akar Persoalan Dana Beasiswa Otsus Adalah Data Tidak Akurat

JAYAPURA-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M Tito Karnavian menyebut, akar persoalan dana beasiswa Otsus Papua adalah data yang tidak akurat. Bahkan diduga ada data fiktif.

“Soal beasiswa, problem utamanya adalah data yang dari Provinsi Papua ada yang tidak akurat. Informasi yang saya terima seperti itu,” kata Mendagri Tito Karnavian kepada wartawan saat mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan kerjanya di Papua beberapa waktu lalu.

Untuk itu lanjut Tito, hal ini harus diclearkan. sementara yang sudah klir langsung dibayarkan. “Untuk yang tahun 2022 dibayarkan oleh Pemerintah Provinsi Papua, namun selanjutnya tahun 2023 hingga seterusnya akan dibayarkan oleh Pemprov masing-masing Daerah Otonomi Baru (DOB),” tutup Tito.

Sementara itu, Plh. Gubernur Papua, M Ridwan Rumasukun menyatakan, terkait dengan persolan data beasiswa, pihak dari Pemprov Papua bersama anggota DPRP dan diikuti salah satu orang tua telah berangkat ke Jakarta.

“Mudah-mudahan datanya hari ini  diserahkan,” ucap Ridwan.

Menurut Ridwan, data tersebut akan diserahkan ke Kemendagri dan selanjutnya Kemendagri langsung mengambil jalan untuk menyelesaikan terkait dengan beasiswa ini.“Kalau harus diambil dari uangnya kabupaten/kota itu menjadi kebijakan pemerintah pusat,” tegasnya.

 Secara terpisah, Ketua Forum Komunikasi Orang Tua Mahasiswa Penerima Beasiswa Otsus Papua, John Reba menyatakan, penyusunan data terbilang mudah jika mau duduk bersama antara pihak BPSDM, orang tua dan stakeholder terkait.

“Jika kerja bersama hal hal seperti ini tidak susah, tetapi pihak BPSDM sebagai pihak pengelola beasiswa tidak memikirkan itu,” kata John, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos.

Dikatakan, tentunya ada keinginan berbenah diri untuk sesuatu yang lebih baik. Hanya saja masih berada di lingkaran persoalan terkait dengan data. Di lain sisi, ancaman dari kampus-kampus untuk anak-anak Papua yang kuliah di dalam maupun luar negeri semakin kuat.

“Ancamannya di minggu-minggu yang sudah kritis, ada yang sudah mulai masuk kuliah. Misalkan di Singapura sudah mau masuk kuliah, namun anak anak belum melakukan pembayaran dan lain sebagainya,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan upaya di Kemendagri agar data  yang sudah bisa terkonfirmasi segera dilayani terlebih dahulu. Sehingga ada proses pembayaran yang dilakukan, sementara data data mahasiswa yang mungkin belum  terverifikasi belum terkonfirmasi itu perlu dilakukan lagi.

“Jangan sampai data menjadi alasan untuk proses itu jadi terlambat, kita akan menggunakan skala prioritas,” pungkasnya. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

​Dibatasi Waktu, Tiap OPD Diminta Segera Lakukan Aksi dan Evaluasi

  Karena itu Rustan, mengingatkan para pimpinan OPD bahwa dokumen DPPA yang diterima bukanlah sekadar…

13 minutes ago

BPN Papua Tekankan Perlindungan Lahan Pangan dan Tanah Adat

   Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Papua Roy Wayoi di Jayapura, Jumat, mengatakan perlindungan lahan…

1 hour ago

Pemkot Jayapura Dorong Peran Pemuda Melestarikan Budaya Lokal

   Selain fokus memperkuat kerja sama antardaerah, Abisai menggarisbawahi pentingnya melibatkan generasi muda dalam upaya…

2 hours ago

Lindungi Lumbung Pangan Muara Tami dari Alih Fungsi Lahan

    ​Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM, menegaskan bahwa Perda…

3 hours ago

Pemprov Papua Tingkatkan Pemerataan Energi dan Tata Kelola Tambang

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua terus meningkatkan pemerataan akses energi dan membenahi tata kelola pertambangan sebagai…

4 hours ago

​BOSDA Beda dengan BOS Reguler dari Pemerintah Pusat

  Menurutnya, BOSDA merupakan bantuan khusus kepada sekolah daerah yang pendanaannya bersumber langsung dari Dana…

5 hours ago