

BTM foto bersama Tokoh Masyarakat Sulawesi Selatan di Papua, Darwis Massi, (kiri) dalam pelantikan Relawan Balla' Lompoa di Kota Jayapura, Minggu (8/6). (Foto/Istimewa)
JAYAPURA-Tokoh Masyarakat Sulawesi Selatan di Papua, Darwis Massi, menyampaikan pandangannya terkait sosok pemimpin yang cocok di Papua. Dimana, seluruh kerukunan/paguyuban dan elemen masyarakat dari berbagai suku, rasa, dan agama ada di Papua.
Hal itu disampaikan dalam pelantikan Relawan Balla’ Lompoa bentukan warga Sulawesi Selatan, untuk pasangan Calon Gubernur dan wakil Gubernur Papua Benhur Tomi Mano dan Constant Karma (BTM-CK) di Kota Jayapura pada Minggu, (8/6).
“Kerukunan dan seluruh elemen masyarakat harus kita jaga. Harus ada sosok yang hadir untuk menyatukan kita semua, dan itu ada pada BTM,” ujarnya.
Darwis Massi menambahkan, ada harapan PSU Pilkada Papua 2025 lahir seorang pemimpin yang bukan dilihat dari agama atau latar belakang, melainkan dari kapasitas, kapabilitas, dan elektabilitasnya. Menurutnya, sosok pemimpin seperti itu ada pada diri BTM, telah dibuktikan selama 10 tahun di Kota Jayapura. “BTM sudah teruji selama 10 tahun,” singkatnya.
Selain itu, pemimpin berpengalaman dan berjiwa pamong juga melekat pada sosok BTM yang akan memimpin Papua. Ia mengingatkan bahwa membangun Papua bukan perkara mudah, karena kita dihadapkan pada berbagai karakter masyarakat. “Oleh karena itu, kita butuh pemimpin berpengalaman dan berjiwa pamong, dan itu ada pada BTM,” tegasnya.
Page: 1 2
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…