

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo saat diskusi dengan Kepala BMKG Wilayah V Yustus Ruamkiek di ruang kerja wali kota, Kamis (9/4). (foto:Takim/Cepos)
JAYAPURA — Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menggelar audiensi bersama BMKG Wilayah V guna membahas kondisi kerawanan bencana serta langkah mitigasi di Kota Jayapura, Kamis (9/4). Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Kepala BBMKG Wilayah V, Yustus Rumakiek, bersama jajaran BMKG.
Audiensi ini menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan BMKG dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Abisai Rollo mengungkapkan bahwa hampir seluruh wilayah Kota Jayapura memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap berbagai jenis bencana, mulai dari gempa bumi, tsunami, longsor, hingga kebakaran saat musim kemarau panjang.
“Dari hasil diskusi bersama BMKG, Kota Jayapura merupakan wilayah rawan bencana. Ketika terjadi gempa, berpotensi menimbulkan tsunami yang berdampak pada masyarakat pesisir. Selain itu, ada titik-titik rawan longsor serta potensi kebakaran saat kemarau panjang,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Jayapura akan mengeluarkan surat edaran kepada masyarakat guna meningkatkan kewaspadaan dan pemahaman terhadap potensi bencana.
Selain itu, koordinasi lintas sektor juga akan diperkuat dengan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepala distrik, lurah, hingga kepala kampung agar informasi kebencanaan dapat tersampaikan secara menyeluruh.
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…