Categories: METROPOLIS

Waspadai Dampak Polusi Sampah Plastik di Laut Terhadap Kesehatan

JAYAPURA – Pencemaran plastik di lautan semakin mengkhawatirkan. Tak hanya meracuni organisme laut, pencemaran plastik juga mengancam kesehatan manusia. Sebagai contoh di Papua terkhusunya di Kota Jayapura, pencemaran mikroplastik di lingkungan pesisir menjadi ancaman serius, terutama karena kontribusi plastik yang semakin hari semakin banyak.

Prof Samuel Irab

Hal ini disampaikan langsung Dosen Kesehatan Masyarakat sekaligus Peneliti Universitas Cenderawasih (Uncen), Prof. Dr. Semuel Piter Irab, S.K.M., M.PH kepada Cenderawasih Pos pekan lalu.

Dalam keterangannya, Dosen Kesehatan Masyarakat itu menjelaskan faktor-faktor yang berperan dalam menyumbangkan polusi laut ada banyak, namun yang berperan paling besar adalah aktivitas manusia. Berbagai kegiatan manusia seperti aktivitas industri, kegiatan pertanian dan peternakan hingga pembuangan limbah yang belum diolah ke sungai, kali dan selokan yang bermuara ke laut.

Sebutnya, zat berbahaya yang terkandung dalam limbah akan menurunkan kualitas air laut dan mengurangi fungsinya. Selain itu, juga mengganggu kehidupan terutama kesehatan manusia juga biota laut yang hidup dalam ekosistem laut. Di Papua, polusi yang banyak di laut adalah sampah plastik, baik di permukaan laut maupun di dasar laut.

Penggunaan plastik dalam masyarakat sangat luas, karena plastik memiliki sifat yang praktis. Pada dasarnya, plastik digunakan sebagai barang sekali pakai, sehingga memberikan kebersihan yang tinggi.

“Kalau mau makan garam laut tidak boleh buang sampah di laut, limbah industri dan sampah-sampah tidak boleh buang ke laut, begitu baru bebas dari mikroplastik,” jelas Prof. Semuel saat di konfirmasi Cenderawasih Pos, Sabtu (7/2).

Selain itu, Dosen Kesehatan Masyarakat itu menyebut ketergantungan masyarakat pada penggunaan plastik yang tinggi dapat memiliki konsekuensi negatif. Plastik memiliki potensi merugikan bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

Salah satu contohnya adalah pencemaran sampah plastik di laut, yang memiliki dampak berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Mengingat bahwa laut merupakan sumber kehidupan, mata pencaharian, perdagangan, dan transportasi bagi manusia, interaksi manusia dengan laut tidak dapat dihindari.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Dana Perawatan Nihil, Venue PON Papua Mulai Rusak

  Ia menjelaskan, venue peninggalan PON yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Papua tersebar di…

18 hours ago

10 Personel Luka-Luka dan 1 Unit Mobil Warga Rusak

  Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menegaskan bahwa pengamanan kegiatan penyampaian pendapat…

20 hours ago

Dari Rasa Gabut  dan Tanpa Kursus Khusus Bisa Hasilkan Karya Tepat Guna

Tiga siswa Sekolah Negeri Khusus (SNK) Pariwisata Papua, Juan Omar, Dhafin Khairan Abuhari dan Jeskhiel…

21 hours ago

Ribuan Warga Binaan Dapat Remisi, 36 Orang Langsung Bebas

   Dari total penerima tersebut, sebanyak 1.970 orang memperoleh Remisi Umum I (pengurangan masa pidana…

22 hours ago

Kemerdekaan Harus Dirasakan Rakyat Papua

   Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), mengatakan kemerdekaan Indonesia tidak boleh…

23 hours ago

Beda Versi Polisi dan Mahasiswa

   Di satu sisi, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen secara tegas membantah…

1 day ago