Namun, di satu sisi, interaksi ini juga dapat memberikan dampak negatif pada lingkungan laut, beberapa diantaranya adalah dapat menyebabkan penurunan dalam sektor perikanan, pariwisata, dan sektor lainnya. “Sampah plastik yang berada di laut berpotensi menjadi mikroplastik yang dapat mencemari proses produksi garam,” tambahnya.
Dijelaskan, polusi plastik di laut merupakan kondisi ketika sampah plastik mulai dari kantong, sedotan, botol, hingga mikroplastik menumpuk di perairan dan tercampur dalam ekosistem laut.
Plastik yang tidak terurai dengan baik akan pecah menjadi partikel mikroplastik berukuran sangat kecil, bahkan tak kasat mata. “Masalah ini bukan hanya mengancam kehidupan biota laut, tetapi juga berdampak serius terhadap kesehatan manusia, termasuk anak-anak, terutama melalui rantai makanan dan kualitas lingkungan hidup,” pungkasnya. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Ribuan umat Katolik, biarawan, dan biarawati dari empat dekanat di dua provinsi Papua dan Papua…
Primus pun meminta aparat keamanan selaku penegak hukum agar bertindak cepat mengungkap motif di balik…
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Jayapura, Asep Khaled, menjelaskan bahwa perencanaan…
Kata Slamet, yang menarik adalah Distrik Mimika Baru sebagai salah satu distrik yang terletak di…
Mengetahui cara menghilangkan cegukan dengan cepat adalah hal yang penting, terutama jika cegukan terus muncul…
“Kami telah menjalani verifikasi dari tim provinsi. Tahun ini Kabupaten Jayapura kembali mendapatkan pendampingan tim…