

Sejumlah angkutan yang menunggu penumpang di kawasan Entrop beberapa waktu lalu. Terkait rencana penertibang angkutan umum, Dinas Perhubungan diharapkan bisa bersikap adil terhadap semua angkutan umum. (Dok/Cepos)
JAYAPURA– Rencana Pemerintah Kota Jayapura menertibkan angkutan kota yang berusia di atas 15 tahun yang tidak layak lagi untuk melakukan pelayanan terhadap penumpang di kota Jayapura, mendapat respon beragam dari sejumlah supir angkutan kota di Jayapura.
Namun mereka lebih menggarisbawahi terkait dengan ketegasan Pemkot Jayapura yang harus berlaku adil terhadap semua angkutan kota, apabila betul-betul mau menegakkan aturan.
“Pada dasarnya kami tidak melawan aturan pemerintah, tetapi kami hanya berharap supaya semua aturan itu berlaku adil. Misalnya aturan itu juga berlaku bagi taksi, jangan hanya yang di terminal mesran,” kata Saru, salah satu sopir angkot di kota Jayapura saat ditemui di sekitaran Terminal Entrop Kota Jayapura.
Dia mengaku selama ini aturan yang diterapkan oleh Pemkot Jayapura melalui Dinas Perhubungan terkesan pandang bulu. Karena itu, sekali lagi dan menekankan pentingnya keadilan dan Pemkot perlu melihat persoalan yang dihadapi oleh masyarakat, terutama para sopir angkutan kota saat ini.
“Selain itu, kami juga berharap suatu pemerintah harus melihat dari sisi ekonomi. Tentunya apa yang menjadi aturan pemerintah kami patuhi, tetapi aturan itu bukan berarti merugikan kami masyarakat,”ujarnya.
Sebenarnya Pemkot Jayapura mengungkapkan rencana penertiban terhadap angkutan kota Jayapura yang berusia di atas 15 tahun atau yang tidak layak, namun aturan itu lebih difokuskan kepada para sopir Angkot yang masih ditemui melanggar aturan di lapangan.
Terutama aturan mengenai pengambilan atau penurunan penumpang yang tidak dilakukan di terminal. Karena saat ini, Pemkot melalui Dinas Perhubungan Kota Jayapura sudah menerapkan aturan kewajiban bagi semua angkutan kota untuk masuk di dalam terminal. Hal ini untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas atau menyebabkan kemacetan di jalanan. (roy/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…
Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…
Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…
al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…
Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…