Rumasukun juga mengingatkan bahwa perbedaan tidak boleh dijadikan alasan untuk meretakkan jalinan kesatuan, melainkan harus menjadi penguat dari keberagaman, bukankah jabatan tangan akan terasa lebih erat jika terdapat lima jari yang berbeda dan dengan fungsi yang berbeda-beda.
“Sebagai sebuah provinsi yang kaya dengan keberagaman suku, agama, dan kepercayaan, kita memiliki tanggung jawab untuk merawat setiap benih kerukunan. Kita harus menempuh jalan yang kadang tidak mudah dengan kebijaksanaan dan keberanian hati, memastikan bahwa setiap perselisihan diolah dengan dialog yang membangun dan sikap yang mengedepankan kesatuan,” pungkasnya. (fia/tri)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
–Pemerintah Kabupaten Waropen berhasil mencatat sejarah baru dengan meraih opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari…
Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi Partai Golkar untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menegaskan target…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menegaskan bahwa keberhasilan Pemerintah Kabupaten Jayapura meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian…
Kampung yang menjadi satu dari empat kampung di Distrik Rafenirara ini berada tepat di bawah…
Pada tahun 2026 ini, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan cetak sawah baru…
Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo, Kepala Komnas HAM Papua…