Categories: METROPOLIS

Butuh Komitmen Bersama Naikan Skor Maturitas SPIP

JAYAPURA– Pemerintah Kota Jayapura melalui inspektorat melakukan kegiatan sosialisasi penilaian mandiri Maturitas SPIP terintegrasi dan implementasi manajemen resiko terintegrasi Pemerintah Kota Jayapura. Kegiatan ini melibatkan sejumlah perangkat daerah dan pihak BPKP Papua.

Kepala BPKP Papua, Triwibowo Aji mengungkapkan, penilaian sistem Pengendalian internal pemerintah (SPIP) dan manajemen risiko di Pemkot Jayapura masih belum memberi harapan.

“Tetapi pejabat walikota dan juga pejabat Sekda kota Jayapura dan jajarannya  ada komitmennya untuk meningkatkan lebih baik lagi,” kata Triwibowo Aji, Rabu (7/6).

Dikatakan, untuk skor maturitas SPIP Pemerintah kota Jayapura saat ini berada pada level 2,88 dan harus naik ke level 3.  Secara teknis ini akan dilakukan pendampingan kedepanya oleh BPKP Papua.

“SPIP  ini dan manajemen risiko memang harus lebih baik pada level 3 seharusnya. Sebenarnya kurangnya sedikit sekali. Tapi saya optimis kota Jayapura mampu mencapai itu,” ujarnya.

   Dia berharap, output dari kegiatan ini, yang jelas menuju kepada tata kelola pemerintah yang lebih baik, kaitanya juga pelayanan kepada masyarakat,termasuk beberapa indikator pembangunan yang diisyaratkan oleh pemerintah, akan bisa di penuhi.

   “Ini sebenarnya skor skor itukan hanya angka, tapi nanti yang kita lihat substansinya adalah ada peningkatan dari pelayanan kepada masyarakat. Mulai pelayanan dari kesehatan,  itu yang tematik,  tidak terjadi kasus korupsi.  Ini salah satu manfaat yang dirasakan,  lebih kepada pencegahan.  Karena pencegahan ini sangat penting sekali karena apabila  terjadi kasus korupsi maka angka maturitasnya akan turun” bebernya.

   Selanjutnya, penjabat sekretaris Daerah Kota Jayapura, Roby Kepas Awi mengungkapkan, melalui kegiatan sosialisasi itu, seluruh perangkat daerah dan pihak terkait lainya di kota Jayapura mendapatkan materi tentang,  bagaimana SPIP dan manajemenrisiko l bisa diterapkan di masing-masing perangkat daerah.  Yang terpenting adalah setiap perangkat daerah harus komitmen, juga harus membentuk satuan tugas yang dapat membantu pimpinan OPD dimasing masing OPD.

   “Kami berharap melalui kegiatan ini ada komitmen bersama, untuk bagaimana mendorong dan mendukung untuk SPIP dan manajemen resiko di setiap OPD itu dapat terlaksana dengan baik,” pungkasnya. (roy/tri)

newsportal

Recent Posts

Kejari Mimika Eksekusi Rp5,4 Miliar Uang Pengganti Korupsi Proyek Aerosport 

Kejaksaan Negeri Mimika mengeksekusi barang bukti uang tunai sebesar Rp5,43 miliar dari terpidana kasus korupsi…

6 hours ago

Operator Bulldozer Tewas dalam Kecelakaan Kerja di Jagebob

Kecelakaan kerja terjadi di areal perkebunan PT Murni Nusantara Mandiri (MNM), tepatnya di Blok 006–012…

7 hours ago

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Kompleks Barak Penerangan 

Warga kompleks barak penerangan, Jalan Bhayangkara, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, dikejutkan dengan penemuan jenazah seorang…

8 hours ago

Jalan Yongsu Sapari Jadi Salah Satu Proyek Infrastruktur Besar 2026

Pemerintah Kabupaten Jayapura terus mendorong pembangunan infrastruktur sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Salah satunya…

9 hours ago

Bupati Keerom Tegaskan Tidak Boleh Ada Sekolah Kekurangan Guru

Bupati Keerom, Piter Gusbager dengan tegas memastikan tidak ada lagi sekolah di Kabupaten Keerom yang…

11 hours ago

Produksi Petani Lokal Berkurang Turut Pengaruhi Inflasi Daerah

Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan koordinasi dan sinergi antara lembaga ini, diperlukan untuk…

12 hours ago