Penjabat Sekda kota Jayapura, Robby Kepas Awi saat membuka kegiatan sosialisasi penilaian mandiri Maturitas SPIP terintegrasi dan implementasi manajemen resiko terintegrasi pemerintah Kota Jayapura., Rabu (7/6). (FOTO:Robert Mboik Cepos)
JAYAPURA– Pemerintah Kota Jayapura melalui inspektorat melakukan kegiatan sosialisasi penilaian mandiri Maturitas SPIP terintegrasi dan implementasi manajemen resiko terintegrasi Pemerintah Kota Jayapura. Kegiatan ini melibatkan sejumlah perangkat daerah dan pihak BPKP Papua.
Kepala BPKP Papua, Triwibowo Aji mengungkapkan, penilaian sistem Pengendalian internal pemerintah (SPIP) dan manajemen risiko di Pemkot Jayapura masih belum memberi harapan.
“Tetapi pejabat walikota dan juga pejabat Sekda kota Jayapura dan jajarannya ada komitmennya untuk meningkatkan lebih baik lagi,” kata Triwibowo Aji, Rabu (7/6).
Dikatakan, untuk skor maturitas SPIP Pemerintah kota Jayapura saat ini berada pada level 2,88 dan harus naik ke level 3. Secara teknis ini akan dilakukan pendampingan kedepanya oleh BPKP Papua.
“SPIP ini dan manajemen risiko memang harus lebih baik pada level 3 seharusnya. Sebenarnya kurangnya sedikit sekali. Tapi saya optimis kota Jayapura mampu mencapai itu,” ujarnya.
Dia berharap, output dari kegiatan ini, yang jelas menuju kepada tata kelola pemerintah yang lebih baik, kaitanya juga pelayanan kepada masyarakat,termasuk beberapa indikator pembangunan yang diisyaratkan oleh pemerintah, akan bisa di penuhi.
“Ini sebenarnya skor skor itukan hanya angka, tapi nanti yang kita lihat substansinya adalah ada peningkatan dari pelayanan kepada masyarakat. Mulai pelayanan dari kesehatan, itu yang tematik, tidak terjadi kasus korupsi. Ini salah satu manfaat yang dirasakan, lebih kepada pencegahan. Karena pencegahan ini sangat penting sekali karena apabila terjadi kasus korupsi maka angka maturitasnya akan turun” bebernya.
Selanjutnya, penjabat sekretaris Daerah Kota Jayapura, Roby Kepas Awi mengungkapkan, melalui kegiatan sosialisasi itu, seluruh perangkat daerah dan pihak terkait lainya di kota Jayapura mendapatkan materi tentang, bagaimana SPIP dan manajemenrisiko l bisa diterapkan di masing-masing perangkat daerah. Yang terpenting adalah setiap perangkat daerah harus komitmen, juga harus membentuk satuan tugas yang dapat membantu pimpinan OPD dimasing masing OPD.
“Kami berharap melalui kegiatan ini ada komitmen bersama, untuk bagaimana mendorong dan mendukung untuk SPIP dan manajemen resiko di setiap OPD itu dapat terlaksana dengan baik,” pungkasnya. (roy/tri)
Kejaksaan Negeri Mimika mengeksekusi barang bukti uang tunai sebesar Rp5,43 miliar dari terpidana kasus korupsi…
Kecelakaan kerja terjadi di areal perkebunan PT Murni Nusantara Mandiri (MNM), tepatnya di Blok 006–012…
Warga kompleks barak penerangan, Jalan Bhayangkara, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, dikejutkan dengan penemuan jenazah seorang…
Pemerintah Kabupaten Jayapura terus mendorong pembangunan infrastruktur sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Salah satunya…
Bupati Keerom, Piter Gusbager dengan tegas memastikan tidak ada lagi sekolah di Kabupaten Keerom yang…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan koordinasi dan sinergi antara lembaga ini, diperlukan untuk…