Categories: METROPOLIS

Tidak Diperhatikan, Jalan Masuk Pasar Youtefa Licin dan Berlumpur

Pedagang Ditarik Retribusi, Tapi Fasilitas Pasar Memprihatinkan

JAYAPURAJalan masuk Pasar Induk Youtefa tampak memprihatikan. Pusat keramaian aktifitas ekonomi masyarakat ini terbiarakan mengalami kerusakan. Jalan tersebut tergenang air dan kerap membahayakan pengendara yang melintas.

  Dari pantauan Cenderawasih Pos, Minggu (5/5) di lokasi, terlihat hampir seluruh jalan dalam pasar tersebut berlubang  dan tergenang air. Sementara di tepi jalan itu, berderet kios dan los pedagang. Beberapa pengendara yang lewat harus berhati-hati dan memelankan laju kecepatan supaya tidak terpeleset.

  Menurut Nirmawati (51), salah satu pedagang pasar Youtefa,  kejadian seperti itu sering terjadi di Pasar Youtefa apabila hujan tiba.

“Iya kalau kondisi jalan seperti ini memang sering terjadi, apalagi kalau hujan besar, semua pengendara yang keluar masuk pasar, bawa motor penuh dengan hati-hati karena takut licin,” kata Nirmawati kepada Cenderawasih Pos, Minggu (5/5).

  Meski tidak terlalu parah, kata Nirmawati, tapi para  pedagang tetap saja mengeluhkan kondisi tersebut karena setiap kali ada hujan, pedagang sekitar selalu kebanjiran.

“Iya kita tetap jual disini, mau dimana lagi, kondisinya memang seperti ini sudah lama, kecuali kalau banjirnya besar ya, terpaksa kita harus istirahat,” ungkapnya.

  Nirmawati mengungkapkan bahwa sudah sejak lama kondisi Pasar seperti itu, padahal dia dan semua Pedagang yang jual di pasar tersebut memberikan retribusi tiap harinya sebesar Rp.10.000, itu termasuk uang kebersihan.

   Untuk mengurangi kondisi tersebut,  Nirmawati   dan pedagang lainnya telah melakukan kerja swadaya, dengan menimbun  lubang-lubang yang tergenang air serta bagian jalan yang lumpur dan licin.

   “Kita ini timbun sendiri, kita kerja swadaya bersama masyarakat disini, agar tidak becek, kita timbun-timbun sendiri,” ungkapnya.

  Tidak hanya permasalahan jalan yang berlumpur, Nirmawati menambahkan bahwa Ia juga mengeluh terkait kebersihan serta selokan yang ada di dalam pasar hingga kini belum dikeruk. Menurutnya yang menyebabkan banjir di pasar tersebut dikarenakan banyaknya sampah yang tersumbat di dalam selokan, padahal retribusi yang pedagang beri itu termasuk dengan kebersihan.

   “Lihat sampah saja itu jarang diangkat, padahal karcis tiap hari ada Rp. 10.000, itu retribusinya,” tambahnya.

  Lebih lanjut Nirmawati menyampaikan bahwa  besok lusa, Rabu (8/5) nanti, petugas pengambilan karcis berjanji akan melakukan pengerukan selokan di Pasar tersebut. Kemudian rencana  digeser lagi, para petugas kembali menyampaikan akan melakukan pengerukan yang akan dilaksanakan pada (28/5) nanti.

“Katanya tanggal (28/5) ini baru dilakukan pengerukan, sebelumnya tanggal (8/5) untuk melakukan pembongkaran semua selokan yang ada dalam pasar ini,”bebernya.

   Ia pun mengharapkan Pemerintah Kota (Pemkot) untuk perhatian kondisi tersebut, supaya para pedagang berjualan dengan aman dan nyaman.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Wanita Korban Penembakan OPM Akhirnya Ditemukan

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…

5 hours ago

Tiga Distrik di Puncak Alami Krisi Pangan dan Air

Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…

7 hours ago

Ratusan Murid SMAN 5 Jayapura Diduga Keracunan MBG

Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…

9 hours ago

BGN Sikat Rekening Janggal di 414 SPPG

Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…

15 hours ago

Siap-siap, Puncak Kemarau 2026 Tiba

Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…

17 hours ago

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

2 days ago