

Warga saat berbelanja di Pasar Murah yang digelar Pemprov saat ramadan April lalu. (foto:Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Guna menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi, pemerintah Provinsi Papua menjadwakan akan terus menggelar pasar murah selama tahun 2024 ini. Hal tersebut berdasar evaluasi yang dilakukan selama ini dan ternyata dampaknya sangat positif. Papua bisa menekan inflasi jauh dari tingkat nasional.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua, Jeri Agus Yudianto, mengatakan jadwal pasar murah akan dilakukan selama setahun penuh.
“Kami akan kerjasama dengan Badan Pangan Nasional termasuk pemerintah kabupaten/kota yang ada di Papua,” ucap Jeri, Sabtu (4/5) di Jayapura.
Dikatakan tujuan pasar murah adalah untuk meningkatkan daya beli masyarakat dengan memberikan harga yang lebih terjangkau karena langsung dari distributor.
Harganya juga dipastikan berbeda dengan yang ada di pasaran. “Ada beberapa komoditas yang memicu inflasi, karena itu langkah pasar murah diambil untuk mengontrol,” jelasnya.
Upaya menurut dia dapat membantu masyarakat dalam menghadapi pergerakan inflasi. “Saat ini kondisi pergerakan inflasi secara nasional berada di urutan empat dari bawah yakni 1.92 persen dan kami akan terus memantau. Selain itu jadwalnya akan kami umumkan agar bisa tersentuh ke masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. (fia/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Karenanya YKKMP berencana akan memasang baliho hak-hak masyarakat sipil khususnya di Distrik Sinak dan Kembru,…
arga penjualan minyak tanah (Mitan) bersubsidi di tingkat pengecer pada pasaran Wamena semakin meninggi. Sebab…
Aksi pencurian dengan kekerasan kembali terjadi di Jayawijaya kembali terjadi. Kali ini tepatnya di Kampung…
Saat di RSUD Merauke tersebut, para direktur utama rumah sakit tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan…
Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan BMKG, sejak pukul 13.00 WIT, hujan dengan intensitas sedang hingga…
Tak hanya di tingkat OPD, rendahnya partisipasi juga terjadi di jajaran wilayah. Dari lima kepala…