“Hak cipta yang paling banyak disusul merek. Tahun ini (2025) kita sudah melampaui target yang diberikan pusat sebanyak 900 sertifikat, tetapi kita tambah menjadi 1000 sertifikat, sekarang sudah 1.016 sertifikat yang sementara diproses,” ungkapnya.
Peningkatan ini bukan hanya sekadar kenaikan angka, melainkan cerminan dan transformasi kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pentingnya kekayaan intelektual sebagai aset yang berharga. Hal ini juga membuktikan bahwa upaya Kementerian Hukum Papua dalam melakukan sosialisasi, edukasi, memberikan kemudahan layanan telah berhasil menumbuhkan ekosistem kekayaan intelektual yang lebih kondusif.
Dengan semakin tumbuhnya kesadaran akan legalitas HAKI, ia pun yakin manfaat tidak hanya akan dirasakan oleh pemegang kekayaan intelektual. Daya saing inovasi akan meningkat dan kekayaan intelektual pun akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Papua dan nasional pada umumnya.
“Perbedaan yang terjadi di tahun ini dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, itu ada tingkat partisipasi masyarakat yang juga tidak berharap kepada bantuan pemerintah saja, tetapi ada yang dengan kesadaran akibat dari sosialisasi dan pendampingan yang kita lakukan,” bebernya.
Oleh sebab itu, ia pun berharap momentum itu bisa sekaligus menjadi ajang sosialisasi agar masyarakat lebih sadar pentingnya mendaftarkan hak paten karya-karyanya.
Erwin Natosmal Umar, kuasa hukum dari terdakwa kep[ada wartawan disela-sela pelimpahan itu meminta agar penanganan…
Aparat gabungan menyita sedikitnya 114,8 liter minuman keras lokal jenis sopi dalam razia massal di…
Kejari Jayawijaya Sunandar Pramono,SH, MH menyatakan untuk yang pertama, tim baru menetapkan satu tersangka dalam…
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Kaleb Asso S.Pd, M.Pd menyatakan terkait dengan innformasi adanya pungutan…
Kejaksaan Negeri Mimika mengumumkan telah mengantongi identitas pelaku dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Rumah…
Kasat Narkoba Polres Jayawijaya Iptu Jan B Saragih, SH membenarkan ada dua orang warga yang…