

Wakil Bupati Waropen disambut masyarakat adat Waropen, Selasa (4/11). (foto: Ismail/Cenderawasih Pos)
WAROPEN – Wakil Bupati Waropen Yowel Boari, pada kegiatan Pra Konferensi Masyarakat Adat, Selasa (4/11) menegaskan pentingnya forum Pra-Konferensi Musyawarah Besar (Mubes) Masyarakat Adat Waropen sebagai momen bersejarah untuk menyelesaikan masalah mendasar, yaitu status tanah dan tapal batas wilayah adat. Penyelesaian isu ini dinilai sangat krusial bagi kelancaran rencana pembangunan di Waropen.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Yowel Boari menyatakan, agenda Pra-Mubes ini adalah momen yang sangat penting, terutama karena ini adalah pertama kalinya digelar di Kabupaten Waropen. Ia mengakui bahwa persoalan tanah dan batas wilayah masih menjadi hambatan utama pembangunan.
“Kalau hari ini persoalan tanah dan batas wilayah masing-masing ini masih belum beres. Kita bicara tentang batas Kirihi Walai, Wapoga Kamarsano, dan bahkan di tengah masyarakat, bahkan kita bicara tentang rencana pembangunan pasar Urfas dan lain-lain,” ujar Wakil Bupati.
Wabup menekankan bahwa isu tanah memiliki dimensi yang statis dan dinamis. Oleh karena itu, forum ini harus dimanfaatkan untuk memastikan bahwa setiap perwakilan dewan adat dan keret memahami tahapan dan mekanisme pengambilan keputusan.
Page: 1 2
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menegaskan partainya telah menetapkan sikap untuk mendukung…
Menurut Rocky, polemik pendidikan Gibran tidak bisa dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, sikap negarawan…
Beberapa poin yang dipersoalkan oleh pelapor terdiri atas proses penerbitan PKPU Nomor 19 Tahun 2023…
Nerlince mengatakan, pembayaran ganti rugi atas lahan tersebut sudah berlangsung beberapa tahun oleh Pemerintah…
Menurut Fakhiri, pembangunan Papua tidak dapat hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi.…
Menurut Mote, konektivitas menjadi kebutuhan penting untuk membuka akses masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan di Waropen.…