Harapannya, setiap keret di tiap kampung dapat membuat perangkat keputusan yang sah di wilayah adatnya masing-masing.
Wabup Boari juga mengingatkan seluruh masyarakat adat mengenai pentingnya menjaga warisan leluhur.
“Tanah ini adalah leluhur kita, yang diberikan oleh Tuhan. Pra-Mubes ini kita siapkan anak cucu kita masa depannya. Anak-anak adat kita harus tahu diri,” pesannya, menyoroti pentingnya forum ini untuk memulai aspirasi yang sah dari dewan adat suku dan keret.
Ia juga memperingatkan bahwa jika persoalan status tanah terkait proyek pembangunan (seperti Rumah Sakit dan Pasar Urfas) tidak diakomodir dengan baik melalui keputusan yang jelas dari forum adat, hal itu berisiko mencegah persoalan baru yang timbul di masa mendatang. Oleh karena itu, pemahaman yang baik tentang status tanah di Waropen adalah tugas bersama seluruh masyarakat adat. (il/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom, S.Pd. membacakan amanat tertulis yang memberikan…
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…
Merespon terkait dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…
Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…