Harapannya, setiap keret di tiap kampung dapat membuat perangkat keputusan yang sah di wilayah adatnya masing-masing.
Wabup Boari juga mengingatkan seluruh masyarakat adat mengenai pentingnya menjaga warisan leluhur.
“Tanah ini adalah leluhur kita, yang diberikan oleh Tuhan. Pra-Mubes ini kita siapkan anak cucu kita masa depannya. Anak-anak adat kita harus tahu diri,” pesannya, menyoroti pentingnya forum ini untuk memulai aspirasi yang sah dari dewan adat suku dan keret.
Ia juga memperingatkan bahwa jika persoalan status tanah terkait proyek pembangunan (seperti Rumah Sakit dan Pasar Urfas) tidak diakomodir dengan baik melalui keputusan yang jelas dari forum adat, hal itu berisiko mencegah persoalan baru yang timbul di masa mendatang. Oleh karena itu, pemahaman yang baik tentang status tanah di Waropen adalah tugas bersama seluruh masyarakat adat. (il/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Bila banjir di tempat lain, bisa langsung surut seiring dengan berhentinya curah hujan dari langit,…
Gubernur Apolo datang bersama Kepala Balai Binamarga Merauke, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Jalan dan Jembatan…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jayapura dalam menjaga dan melestarikan dusun…
Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah resmi menerbitkan Surat Perintah (Sprint) Pengawasan guna mengawal rantai pasok…
Ia menambahkan kemistri tim baru terlihat pada paruh kedua kompetisi. Wilson juga menyoroti kebijakan transfer…
Rakor tersebut mengusung tema “Penguatan Penyediaan Data Orang Asli Papua Guna Mendukung Implementasi Undang-Undang (UU)…