

Anthonius Mathius Ayorbaba, S.H., M.Si (foto:Jimi/Cepos)
JAYAPURA – Permohonan pendaftaran hak atas kekayaan intelektual atau HAKI terus meningkat selama 5 tahun terakhir di provinsi Papua. Legalitas kekayaan intelektual diharapkan menciptakan efek domino pada peningkatan perekonomian masyarakat, terutama yang bergerak di industri kreatif.
Kepala Kanwil Kementerian Hukum (Kemenkum) wilayah Papua Anthonius Mathius Ayorbaba, S.H., M.Si, mengatakan amino masyarakat dalam mendaftar HAKI di provinsi Papua telah melampaui target yang di berikan Kementerian Hukum.
“Kalau kita melihat data dari tahun 2021 sampai sekarang (2025) kita sda melindungi pendaftaran kekayaan intelektual sebanyak 4.734,” kata Anthonius kepada Cenderawasih Pos di Abepura, Selasa (4/10).
Ia menyebutkan dari jumlah 4.734 (data 2021-2025), permohonan HAKI tersebut yang paling banyak adalah pendaftaran Hak Cipta. Adapun rinciannya, untuk Merek sebanyak 642, Cipta 4.015, Paten 41, Desain Industri 34, Indeks geografis 2, sementara tata letak sirkuit terpadu (0).
Khusus untuk tahun 2025 ini, Kementerian Hukum Papua telah menerima pendaftaran HAKI sebanyak 1.016 sertifikat yang sementara proses. Jumlah ini diketahui telah melampaui target yang diberikan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), sebesar 900, kemudian ditambah 100 menjadi 1000 sertifikat.
Kementerian Kesehatan menilai penghentian terapi pada pasien penyakit kronis, khususnya gagal ginjal, berpotensi menimbulkan dampak…
Menangapi terkait dengan itu, Ketua Komnas Ham Papua, Frits Ramandey menyebut pihaknya sangat menyayangkan aksi…
Meski saling berdebat namun dibawah dengan candaan, sehingga lawan tidak menangapi serius. Bersama Kepala Kantor…
Puluhan alat berat tersebut akan difokuskan pada pemetaan kerusakan infrastruktur serta evakuasi puluhan kendaraan yang…
Persipura kini memiliki 33 pemain untuk menatap putaran ketiga. Kelima pemain baru mereka juga telah…
Rumah yang dipindahkan umumnya berupa rumah panggung berbahan kayu. Bangunan ini dirancang tanpa menggunakan paku,…