

dr Arry Pongtiku (FOTO:Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Dinas Kesehatan Papua berharap 2.732 warga yang terkena tuberkulosis (TBC) untuk melakukan pengobatan hingga tuntas dan sembuh. Kadis Kesehatan Papua dr.Arry Pongtiku di Jayapura, Rabu berharap, warga yang mengidap TBC agar melakukan pengobatan hingga tuntas dan sesuai jadwal.
“Jangan pernah lalai dengan tidak meminum obat sesuai jadwal karena itu akan berpengaruh dengan proses penyembuhan,” kata Kadinkes Papua dr Arry Pongtiku.
Diakui, saat ini tercatat 145 orang yang mengalami resisten terhadap pengobatan TBC, sehingga perlu penanganan lanjutan dan butuh peran serta keluarga terutama dalam hal kepatuhan akan minum obat. Untuk obat, kata dr Arry, tersedia di pusat pelayanan kesehatan.
Selain itu si penderita juga diharapkan senantiasa menggunakan masker karena penyebaran virus TBC lebih banyak melalui melalui udara atau dorplet. “Peran serta keluarga diharapkan dapat membantu proses penyembuhan,” kata dr.Arry Pongtiku.
Penyebaran kasus TBC di Papua terbanyak di Kota Jayapura yakni 1.170 orang, Kabupaten Jayapura 715 orang, Biak Numfor 315 orang, Kepulauan Yapen 308 orang, Keerom 75 orang, Mamberamo Raya 46 orang, Waropen 42 orang, Sarmi 34 orang dan Kabupaten Supiori 28 orang. (antara)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Penangkapan bermula saat D.H. menjalani pemeriksaan di Passenger Security Check Point (PSCP) Terminal Keberangkatan Bandara…
dr. Beeri I.S. Wopari, M.Kes., mengatakan data tersebut mencakup warga yang mendapat pelayanan kesehatan, baik…
Ribuan objek yang berhasil dipulangkan mencakup, sekitar 1.000 unit artefak kehidupan sehari-hari dan ritual,…
Ia mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Jayapura, tenaga kesehatan, TNI-Polri, serta masyarakat yang bergerak menangani…
Aksi pembakaran ban dan penutupan jalan dengan batang kayu ini dilakukan sebagai bentuk protes keras…
Rama mengatakan BGN akan melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan MBG menyusul dua kejadian dugaan keracunan…