

Sejumlah komoditas pertanian yang dijual pedagang di Pasar induk Youtefa, Jumat (3/5). (foto: Jimi/Cepos)
JAYAPURA– Harga Bahan pokok (Bapok) di Pasar tradisional Youtefa, Distrik Abepura, Kota Jayapura terpantau naik. Para pedagang mengaku harga beras dan kebutuhan pokok lainnya di pasar tersebut mengalami kenaikan.
Dari pantauan Cenderawasih pos, Jumat (3/5) sejumlah pedagang menjelaskan kenaikan harga sembako tersebut. Ivana (30), seorang pedagang di Pasar Youtefa mengaku beberapa harga Bapok miliknya alami kenaikan.
“Iya harga bahan pokok sekarang naik, mulai dari beberapa minggu yang lalu, hampir semua bahan kebutuhan dapur juga naik,” kata Ivana kepada Cenderawasih pos, Jumaat (3/5) siang.
Menurutnya, harga cabai di pasar Youtefa menyentuh di harga Rp 100.000/kg untuk cabai rawit. “Bawang merah naiknya Rp. 10.000 dari harga sebelumnya Rp. 55.000 sekarang Rp. 65.000, begitu juga bawang putih, ” jelas Ivana.
Tidak hanya Bawang merah dan Putih kata Ivana, sayur-sayuran juga ikut naik, seperti, Sayur Kol harga sebelumnya Rp. 20.000 sekarang naik Rp 30.000 hingga Rp 35.000/Kg, kemudian Wortel sebelumnya Rp. 25.000 sekarang naik menjadi Rp. 30.000/Kg.
Untuk barang-barang toko, Ivana sampaikan, bahwa semua mengalami kenaikan, terutama minyak goreng ukuran lima liter dari harga sebelumnya Rp. 80.000 sekarang naik menjadi Rp. 85.000 hingga Rp. 90.000, Ia mengaku semua barang dagangan miliknya itu perlahan-lahan naik .
Page: 1 2
Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…
Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…
Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…
Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…
Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…