“Saya jujur mengatakan bahwa di lingkungan YPPK masih ada sekolah uang raportnya merah dan ini akan menjadi PR bersar kami di tahun 2025 ini,” bebernya.
Tidak hanya melakukan peningkatan kompetensi bidang keuangan. Adapun itu dilakukan untuk mendorong setiap bendahara baik sekolah maupun lembaga YPPK sendiri dapat bekerja secara integrasi.
“Karena bicara uang ini sangat riskan apalagi mengelolah dana bantuan oprasioal sekolah (BOS) kami ingin semua bendahara di YPPK bekerja secara integirtas,” harapnya.
Untuk penyediaan tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan, sejauh ini YPPK masih dapat mengcover untuk setiap sekolah. Hanya yang perlu diantisipasi kedepannya bila program PPPK masih berlanjut, dimana akan ada guru guru YPPK yang akan lolos seleksi, maka sudah tentu akan dialihkan ke sekolah negeri.
“Kami berharap apa yang diprogramkan Kemendikbud terkait penempatan guru-guru PNS di sekolah sekolah yayasan bisa terlaksana, sehingga ketersediaan guru di YPPK tetap tercukupi,” pungkasnya. (rel/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…
Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…
Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…
Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…
Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…