Categories: METROPOLIS

Harus Ada Intervensi Untuk HIV/AIDS

JAYAPURA – Kasus penyebaran Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immuno Deficienci Syndrome (HIV/AIDS) di dua provinsi di Tanah Papua, kini masuk dalam kondisi darurat. Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua merilis, jumlah kasus HIV/AIDS telah mencapai 23.500. Dari total jumlah yang ada kasus (Orang Dengan HIV-AIDS ODHA) yang terpapar adalah usia produktif 19-25 tahun sampai usia 49 tahun.

Kondisi ini terjadi tidak terlepas dari tangung jawab pemerintah daerah dalam menegakan aturan demi menyelamatkan generasi Papua dimasa yang akan datang dari pengaruh virus mematikan itu. Menyikapi terkait dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, SH., M.Hum., menilai, penanganan HIV/AIDS di Papua sanggat membutuhkan pendekatan yang jauh lebih serius, terukur, dan berbasis budaya.

Hal ini ia disampaikan merespons terkait dengan masih tingginya angka kasus HIV dan belum optimalnya intervensi pemerintah daerah dalam menekan menurutnya penderita kasus tersebut. Menurut Kossay, epidemi HIV di Papua tidak dapat dipandang sebagai persoalan kesehatan semata, tetapi telah menjadi masalah pembangunan manusia dan ketimpangan layanan publik.

“Papua menghadapi situasi epidemi yang unik. Akses geografis sulit, ketersediaan tenaga kesehatan terbatas, dan minimnya edukasi berbasis budaya membuat penanganan HIV di Papua tidak bisa disamakan dengan provinsi lain,” kata Kossay kepada Cenderawasih Pos via telepon, Rabu (3/12).

Pengamat kebijakan publik itu menyoroti bahwa banyak program penanggulangan HIV bergantung hanya pada Lembaga Survei Masyarakat (LSM) atau bantuan donor, sementara komitmen Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) masih belum konsisten.

Dengan tegas Kossay mengatakan, negara tidak boleh menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab ini kepada lembaga non-pemerintah. Pemerintah daerah harus menempatkan HIV sebagai isu prioritas, bukan program tambahan.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Gubernur: Kepala Daerah Wajib Hadir di Agenda Penting!

-Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri meminta para bupati dan wali kota tidak menyerahkan agenda penting…

2 hours ago

Obat Peserta JKN Masuk Tanggungan BPJS

   Kepala Bagian Mutu Layanan Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan Cabang Jayapura Dian Novita, mengatakan ketentuan…

3 hours ago

Buku Menjadi Papua Sentil Pergerakan Mahasiswa Zaman ke Zaman

Peluncuran buku tersebut dihadiri mahasiswa, akademisi serta Direktur Aliansi Demokrasi untuk Papua (ALDP) Latifah Anum…

8 hours ago

Fokus Benahi Fisik dan Mental Jelang Laga Kontra RANS

Tim pelatih berupaya menjaga momentum positif usai meraih kemenangan 3-1 atas De Red FC pada…

21 hours ago

Penundaan Porprov Futsal Papua ke November 2026

Ketua Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Papua, Daud Arim, menjelaskan bahwa penundaan ini dilakukan untuk memberikan…

22 hours ago

Kunci utama Keberhasilan Tugas Adalah Memahami Struktur Sosial dan Kearifan Lokal

Disisi lain, suhu udara dingin yang menusuk tulang dan keterbatasan akses jaringan komunikasi kerap menjadi…

1 day ago