Categories: METROPOLIS

Jaga Pola Makan, Waspadai Penyakit Tidak Menular

JAYAPURA-Perilaku hidup yang tidak sehat dan makan makanan yang banyak mengandung lemak dan mengandung gula tinggi, diyakini menjadi pemicu sejumlah penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung, diabetes, stroke, gangguan fungsi ginjal dan penyakit  lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Robby Kayame menyampaikan, untuk menekan penyakit tersebut, masyarakat perlu melakukan deteksi dini dan kerap memeriksakan kesehatannya.

  “Masyarakat tak perlu takut apalagi malas ke Puskesmas atau pelayanan kesehatan untuk mengecek kesehatannya,” terang Robby Kayame saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Selasa (3/10).

  Menurut robby, penyakit tidak menular ini juga menjadi penyumbang  angka kematian di tanah Papua. Bahkan dari data yang dimiliki Dinas Kesehatan Provinsi Papua, penyakit dengan kasus jantung mencapai 70,74 persen, disusul gagal jantung 5,72 persen, stroke 14,80 persen dan kanker 7,62 persen.

  Untuk itu,  Robby juga menyarankan agar masyarakat banyak bergerak, kurangi makan makanan yang berlemak apalagi yang manis-manis dalam rangka mencegah terjadinya penyakit.

  Sementara itu, upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan dalam rangka menekan penyakit tersebut dengan melakukan sosialisasi, membuat seminar, olahraga bersama. “Dalam melakukan deteksi dini, kami biasa melakukan pemeriksaan darah di tempat tempat ibadah dan kelompok kelompok masyarakat,” kata Robby.

  Sebagaimana kata Robby, di Papua kebanyakan orang meninggal dunia akibat penyakit tidak menular yang diakibatkan jantung dan diabetes. Kendati demikian, penyakit lainnya seperti malaria, HIV dan TBC juga penyumbang kematian terbanyak.

  Sementara itu, Wakil Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr. Aaron Rumainum, M.Kes menyampaikan bahwa untuk menekan penyakit tidak menular, maka diperlukan peran Puskesmas setempat yang melakukan pemeriksaan kepada setiap warga, terutama tekanan darah, kolesterol asam urat dan gula darah.

  “Puskesmas di setiap kabupaten/kota harus bertanggungjawab untuk melakukan pemeriksaan, sebab dalam dunia akreditasi Puskesmas memiliki 5 program prioritas nasional yakni penurunan kematian ibu dan anak, peningkatan cakupan imunisasi, stunting, TBC dan penyakit tidak menular,” terangnya.

  Ia pun mengklaim bahwa dalam menekan penyakit tidak menular, Dinkes Papua melakukan pelatihan seperti Pos Pembinaan Terpadu penyakit tidak menular dan pelayanan terpadu penyakit tidak menular.

  “Bagi masyarakat, jika sudah kena diabetes atau jantung. Segera lakukan pemeriksaan  kesehatan secara teratur, minum obat dan hindari asap rokok,” imbaunya.

  Dr Aaron juga mengaku prihatin, sebab kebanyakan masyarakat terutama Orang Asli Papua takut untuk memeriksakan kesehatannya. “Jangan takut melakukan pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan sejak dini itu sangat penting. Terlebih orang terkena penyakit tidak menular dengan usia 40 tahun ke atas dengan faktor resiko,” pungkasnya. (fia/tri)

Juna Cepos

Recent Posts

Stop Klaim Tanah Adat Sebagai Milik Negara!

  Ketua Fraksi Kelompok Khusus (Poksus) DPR Papua, Willem Zaman Bonai, menegaskan bahwa masyarakat adat…

10 minutes ago

Dua Tersangka Kasus Ganja Dilimpahkan ke Jaksa

   Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen melalui Kasat Resnarkoba Polresta Jayapura…

1 hour ago

BGN Hentikan Sementara 14 SPPG di Papua

  Sebelas SPPG yang disuspend karena persoalan IPAL berada di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten…

2 hours ago

Wali Kota: Setiap Bantuan Wajib Diawasi dan Didampingi!

  “Setiap kegiatan atau program, khususnya pembinaan dan penyaluran bantuan, baik berupa dana maupun alat…

3 hours ago

Warga Wajib Perhatikan Jarak Pasang Atribut HUT RI dari Jaringan Listrik PLN

   PT PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B) menyebut jarak aman pemasangan…

4 hours ago

Retribusi Parkir Jadi Potensi PAD, Pemda Diminta Optimalkan Pengelolaannya

Dijelaskan, selama ini, aktivitas parkir terus meningkat seiring bertambahnya kendaraan dan berkembangnya pusat-pusat perdagangan, perkantor

5 hours ago