Categories: METROPOLIS

Batasan Umur  Untuk Bermedia Sosial Dinilai Penting

JAYAPURA – Pemerintah melalau Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berencana membuat aturan pembatasan penggunaan media sosial berdasarkan usia bertujuan untuk melindungi anak dari ruang digital.

   Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid yang mengatakan bahwa pihaknya telah menandatangani Surat Keputusan (SK) untuk membentuk tim kerja khusus yang akan menggodok kajian mengenai pembatasan tersebut.

   Menangapi informasi tersebut Wakil Kepala Sekolah urusan Kesiswaan SMAN 4 Jayapura Widya Kusmayanti dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa membatasi bermedia sosial sesuai umur sangatlah penting. Menurutnya Guru sebagai figur panutan dan pendidik harus memahami etika bermedia sosial dan mengajarkannya kepada siswa.

  “Guru harus menyadari bahwa media sosial memiliki dampak besar pada kehidupan siswa, baik positif maupun negatif. Oleh karena itu, guru harus mengajarkan siswa tentang cara menggunakan media sosial dengan bijak dan bertanggung jawab,” kata Widya kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan tertulisnya, Senin (3/1) siang.

   Sebagai guru Widya menjelaskan, beberapa hal yang harus diperhatikan guru dalam mengajarkan etika bermedia sosial diantaranya; Guru harus mengajarkan siswa untuk menggunakan kata-kata yg sopan dan santun saat bermedia sosial.

   Kemudian Guru harus mengajarkan siswa untuk memverifikasi informasi sebelum membagikannya di media sosial. Serta Guru harus mengajarkan siswa untuk menghormati privasi orang lain dan tidak membagikan informasi pribadi tanpa izin. Dengan begitu guru dapat membantu siswa menjadi pengguna media sosial yang bijak dan bertanggung jawab.

  Menurutnya, Kemendikti membatasi bermedia sosial sesuai umur untuk melindungi pelajar dari dampak negatif media sosial. Batasan ini bertujuan untuk menghindari pengaruh buruk media sosial pada perkembangan mental dan emosional anak-anak terutama pelajar.

   Selain itu, ketentuan ini juga untuk menghindari anak-anak untuk mengakses pornografi di internet. Menurut informasi kata Widya Indonesia saat ini tercatat di peringkat keempat di dunia dalam ranah akses konten pornografi terbesar.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

“Jangan Cuma Omon-Omon, Prabowo Harus Ambil Langkah Konkret Soal Karhutla”

  Anthon mendesak Presiden Prabowo Subianto turun tangan langsung dan meminta Kapolri mengambil langkah hukum…

16 hours ago

Dinkes Jayawijaya Keluarkan Edaran kepada Masyarakat Terkait penggunaan Masker

Plt Kepala Dinas Kesehatan Esau Rudianto Aibesa, S.KM. M.Kes menyatakan Dinas Kesehatan menyarankan masyarakat menggunakan…

20 hours ago

6 Hektare Lahan di Distrik Wesaput Terbakar, Ada Unsur Kesengajaan?

Kebakaran tersebut dipicu dari vegetasi tumbuhan yang mengering karena musim kemarau. Penanganan Karhutla tersebut telah…

21 hours ago

Stok Beras Menipis, Bulog Merauke Datangkan 5.000 Ton

Pimpinan Cabang Bulog Merauke, Fajar Muhammad Dirgantara, menjelaskan,  dari total beras yang didatangkan tersebut, sekitar…

22 hours ago

Polres Mimika dan Nabire Diusulkan Naik Status Jadi Polresta

Polda Papua Tengah resmi mengusulkan peningkatan status Polres Nabire dan Polres Mimika dari Kepolisian Resor…

23 hours ago

Jalur Laut Perbatasan RI-PNG Rawan Penyelundupan

   Komandan Kodaeral X, Mayjen TNI (Mar) Sugianto,  mengungkapkan bahwa  penangkapan pertama terjadi pada Selasa,…

1 day ago