Sebelumnya Rabu (1/11) lalu Direktur RSUD Abepura Daisy Urbinas mengaku bahwa pihaknya telah berkoodinasi dengan pemerintah Provinsi, membahas penyelesaian masalah tersebut. Bahkan Daisy mengaku, Kamis (2/11) kemarin akan bertemu dengan pihak Suku Merahabia, untuk membahas perosalan yang ada.
Pengakuan itu disampaikan oleh Direktur RSUD Abepura kepada Cendrawasih pos melalui sambungan telepon. Tapi sayang, sampai Kamis kemarin pemalangan masih terus berlangsung.
Cendrawasih Pos pun mencoba menghubungi Direktur RSUD Abepura untuk mengkonrfimasi terkait penyelesaian dari perosalan pemalangan tersebut namun, tidak adanya respon dari pihak RSUD Abepura. Bahkan pesan whastapp yang dikrim oleh Cendrawasih Pos pun, Kamis sore kemarin belum juga mendapat jawaban.
Sementara dari pihak aparat keamanan, sepertinya juga tidak berani membongkar paksa pemalangan yang membuat aktifitas pelayanan di rumah sakit ini terganggu. Kapolsek Abepura AKP Soeparmanto mengaku tidak berwenang membongkar pemalangan yang ada, selain nengontrol situasi yang ada.
“Kami cukup mengawasi dan mengamankan saja. Karena masalah ini ranah pemerintah dan masyarakat adat,” kata Kapolsek Abepura melalui pesan Whastapp kepada Cenderawasih Pos, Kamis (2/11). (rel/tri)
Page: 1 2
Plt Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey mengatakan, kasus terbaru terjadi pada 16 Desember 2025.…
Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze mengatakan belum mendapatkan data terakhir sudah berapa sekolah yang telah…
Ardhiana mengatakan, keempat ekor burung tersebut diangkut secara ilegal dan tidak diketahui identitas pemiliknya. Ia…
Pengelola APMS Putra Baliem Mandiri Magi Pasaribu menegaskan putusan hukum tertinggi itu bersifat final dan…
Kota Jayapura jadi penyelenggara setelah mendapat kepercayaan dari The Japan Foundation Jakarta. Dalam festival…
Plt Kepala Bandara Mopah Merauke Blasius Basa, S.Sos, MM, kepada wartawan mengungkapkan, penggunaan portal parkir…