

Pelajar Sekolah Rakyat Terintegrasi 75 saat mengikuti kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah dan pemeriksaan kesehatan gratis, di BLKI Papua, Selasa (30/9). (Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 75, Abigael Kalami tak menampik jika Sekolah Rakyat masih menghadapi beberapa kendala, terutama kekurangan tenaga pengajar.
Hal ini ia sampaikan saat Sekolah Rakyat Terintegrasi 75 Tahap 1C resmi menempati Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Papua. Terhitung sejak Selasa (30/9), sebanyak 100 pelajar SD dan SMP mulai mengikuti kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dan pemeriksaan kesehatan gratis.
Abigael mengatakan, saat ini sudah tersedia sembilan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Namun menurutnya, jumlah tersebut belum mencukupi semua mata pelajaran yang ada di sekolah.
Dijelaskannya, untuk guru SD baru ada satu orang. Padahal, seharusnya empat guru. Sedangkan untuk guru SMP, mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Agama Kristen juga belum ada, padahal mayoritas siswa di sini beragama Kristen.
“Kami telah melaporkan kebutuhan tambahan guru ke Pemerintah Provinsi Papua. Keputusan selanjutnya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat maupun provinsi. Kami harap guru yang masih kurang bisa direkrut dari daerah. Dengan begitu, kebutuhan belajar siswa dapat terpenuhi secara optimal,” ujarnya.
Page: 1 2
Setelah liburan panjang dan penerimaan murid baru, aktifitas anak-anak sekolah kembali ramai. Arus lalu lintas…
Menurut Abisai, perjudian bukan sekadar aktivitas yang melanggar hukum, tetapi juga menjadi salah satu…
Korban diketahui bernama Jhon S. Wanimbo (26), warga Jalan Buper Waena, Distrik Heram. Korban menghembuskan…
Menurut Anthon, langkah itu penting agar tidak muncul korban-korban sipil lainnya akibat tuduhan sepihak yang…
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah peraturan…
Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…