Categories: METROPOLIS

Aktifasi Ruang Tumbuhkan UMKM

JAYAPURA – Meramu lewat pola kolaborasi dengan mengaktivasi ruang, Dinas Ekraf, Bank Papua, DPD Hipmi Kota Jayapura dan Café Titik Temu menggelar event Titik Temu Beach Festival. Ini digelar dengan konsep lomba band yang sekaligus memberi tempat bagi UMKM untuk bisa tumbuh lewat kreatifitas anak muda.

“Jayapura kota jasa dan perdagangan sehingga perlu melihat peluang yang dikembangkan. Ini kota kecil yang terus tumbuh dan kini menjadi kota metro di Papua. Saya melihat pergerakan yang bisa secara massive itu ada pada anak muda dan ini sudah tepat,” kata Kadispar Ekraf Kota Jayapura, Mathias Bentar Mano di Café Titik Temu, Sabtu (2/9) malam.

    Ia menyebut anak muda yang memiliki potensi bisa diajak berkolaborasi menciptakan ruang sekaligus menumbuhkan sector UMKM dan itu yang dilihat tadi malam. Ada 16 tenan yang menjual berbagai macam kuliner dan minuman kekinian sehingga, kata Bentar, event Beach Festival Band yang digarap anak muda  ini patut diapresiasi pemerintah.

   Apalagi menurutnya pihak swasta seperti Bank Papua, DPD Hipmi mau dilibatkan. “Anak muda diarahkan untuk dari kreatifitasnya bisa menghasilkan nilai ekonomi dan kami mau di Jayapura setiap bulan ada agenda event,” tambah Bentar.

    Lomba tersebut juga menghadirkan The Coment Rasta dan Mumu Papua. Bentar menyampaikan bahwa komunitas ataupun kelompok muda kreatif yang ingin membuat event pihaknya siap memberi akses untuk itu.

    Sementara Pimpinan Bank Papua Cabang Abepura, Hidayat Saunu mengatakan bahwa Bank Papua mengambil bagian pada event lomba band ini karena  ikut bertanggungjawab terhadap Papua sekaligus menunjukkan eksistensi di terhadap pemerintah dengan ikut berkontribusi.

    “Kami coba menumbuhkan ekonomi kreatif di lokasi ini sekaligus menjual nilai pariwisatanya. Saat ini 16 tenan didorong untuk dilengkapi aplikasi  transaksi digital, QRis,” jelas Saunu. Ia melihat saat ini banyak orang membutuhkan tempat hiburan sekaligus mengembangkan kreatifitas dan di Titik Kumpul ini bisa kami jadikan pilot project.

   “Dari sisi perbankan kami juga masuk lewat transaksi digital dan jika butuh pembiayaan maka kami bisa bantu mensuport. Ekspansi pembiayaan digital cukup tinggi dan ini juga upaya penekan inflasi sebab dengan QRis nominal pembelian itu sesuai dan program Bank Indonesia dan Bank Papua Qris Papeda kami coba masuk lewat pasar murah,” tambahnya.

   Diakui transaksi uang tunai memang masih ada namun pelan – pelan sudah beranjak pada transaksi digital sebab pembiayaan dan pembukuannya juga jelas. “Kami menjalankan fungsi intermediasi, mengumpulkan dana dan menyalurkan dana tersebut.  Dari kolaborasi ini kami pikir bisa menciptakan ruang bagaimana anak muda mengembangkan minat dan bakat serta mendapatkan nilai ekonomi tadi,”imbuhnya. (ade/tri)

newsportal

Recent Posts

OPD Diingatkan Jangan Kerja Ketika Injury Time

Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan,…

10 hours ago

Selecao Wajib Waspadai Singa Atlas

Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di…

11 hours ago

Gunakan Sebo Buff, Delapan Anggota OPM Cium Merah Putih

Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap…

11 hours ago

Disosialisasikan, Rencana Pembangunan Bandar Antariksa Mendapat Dukungan

Selain itu, juga disepakati hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dalam penantanganan nota kesepahaman antara masyarakat…

12 hours ago

Pendistribusian BBM Diawasi Polisi

Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…

12 hours ago

Belum Ada Razia Lagi, Kendaraan Modifikasi Tangki Kembali Ikut Antrian Pengisian BBM

Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…

13 hours ago