Categories: METROPOLIS

Tetap Optimis, Meski Sepi Peminat

Sementara itu, untuk pemrogram SMAN 7 Jayapura kedepan itu tentunya mengadopsi program dari sekolah sebelum, yakni SMA PGRI dan SMA Kopri. Program terbaik dari kedua sekolah itu akan dilanjutkan, ditingkatkan dan di kembangkan oleh SMAN 7 Jayapura.

Hingga saat ini kata Dia, PPDB yang telah daftar disekolah itu telah mencapai 80 lebih Siswa, dari target yang di tentukan sekolah sebanyak 120 Siswa, dengan jumlah ruangan belajar yang tersedia berjumlah empat (4) kelas. Angka tersebut kata Parjan kemungkinan bertambah hingga MPLS berlangsung.

Ia mengajak Bapak/Ibu yang menginginkan anaknya dan anak-anak yang tidak sempat terima di sekolah lain untuk bisa bergabung dengan SMAN 7 Jayapura. Karena menurutnya semua guru atau sekolah itu sama saja dengan background yang sama, dibekali pendidikan yang sama, bahakan tujuannya juga sama yakni menjadikan anak didiknya pintar, cerdas dan menjadikan orang sukses dikemudian hari.

Di tempat yang berbeda, SMA 45 Jayapura yang berada di Entrop Distrik Japsel juga mengalami kendala yang cukup serius dalam penerimaan perserta didik baru. Diketahui sekolah ini membuka pendaftaran murid baru sejak, Rabu (19/6) kemarin dan penutupan pada, Rabu (10/7) mendatang.

Hingga, Senin (1/7) jumlah PPDB yang terdaftar berjumlah 14 orang, jumlah itu merupakan gabungan dari jumlah siswa yang pindah ke sekolah itu. Diketahui siswa yang pindah ke sekolah tersebut sebanyak 6 orang dan murid baru yang mengambil formulir di sekolah hanya berjumlah 8 orang siswa.

Hal itu disampaikan Theresia, panitia penerimaan siswa baru di SMA 45 Jayapura. Disampaikannya bawah target pihaknya untuk PPDB tahun pelajaran 2024/2025 sebanyak 20 siswa. Tetapi kata Theresia, kuota yang dibutuhkan untuk pendaftaran berjumlah 60 Siswa, jumlah itu juga yang dilaporkan pihaknya ke dinas pendidikan.

Disampaikan Theresia ada banyak kendala yang dihadapi pihaknya disekolah tersebut, sehingga bisa menimbulkan tidak ketertarikan Siswa terhadap sekola itu. Berikut merupakan yang menjadi kendala adalah fasilitas di sekolah kurang memadai, gedung sekolah, dan beberapa saranah-prasarana lainnya.

Lanjut Theresia, disekolah tersebut memiliki lima ruangan belajar dan satu diantara ruangan belajar itu memiliki dua kelas didalamnya. Sementara itu jumlah guru di SMA 45 itu sebanyak 11 orang diantaranya 2 ASN dan 1 P3K selebihnya honorer.

Ia mengaku saat ini pihaknya telah mengajukan bantuan ke pemerintah untuk pembangunan gedung baru sekolah tersebut. “Kita juga lagi ajukan bantuan untuk pembangunan gedung kembali karena banyak yang sudah rusak yang harus di perbaiki,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (1/7).(kar/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Wamentan: Indonesia Hentikan Impor Beras

Menurut dia, keberhasilan tersebut dicapai melalui strategi sederhana namun konsisten, yakni meningkatkan luas tanam sehingga…

1 day ago

Seminggu Sang Anak Tewas, Seorang Ibu Minta Keadilan

Ia diduga disenggol mobil TNI yang ketika itu sedang berjalan beriringan menuju pada Minggu (14/6)…

1 day ago

Kinerja Pemda Dinilai Gemilang

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi tertinggi terhadap pemerintah daerah di wilayah Papua yang berhasil…

1 day ago

Tinggi Minat Orang Tua, Penerimaan Murid Baru Terkendala Fasilitas Gedung

  Selain capaian akademik, pihak sekolah juga mencatat tingkat retensi siswa yang sempurna. Hingga saat…

1 day ago

Mendagri Canangkan Program Bedah Rumah Serentak di Kampung Mosso

   Kunjungan Menteri Dalam Negeri ke Kampung Mosso dilakukan untuk meninjau langsung pelaksanaan program yang…

1 day ago

23 Rumah Warga Akan Direhabilitasi

   Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa kawasan Dok IX Tanjung Ria masih membutuhkan perhatian serius…

1 day ago