Categories: METROPOLIS

Penyusunan RKPD Hadapi Tantangan Keterbatasan Fiskal Daerah

Lanjutnya, hasil Musrenbang RKPD dan Otsus Papua ini akan menjadi acuan penting dalam penyusunan RKPD final serta diusulkan dalam Musrenbang Nasional sebagai bagian dari sinergi pembangunan antara pusat dan daerah.

  Adapun hasil diskusi Musrenbang mencakup identifikasi permasalahan pembangunan, penentuan prioritas, hingga penyelarasan program dan kegiatan antara daerah dan prioritas nasional. Termasuk klarifikasi program dari dana Otsus yang menjadi kewenangan provinsi.

Dari 90 usulan sub kegiatan prioritas yang diajukan oleh kabupaten/kota di Papua, sebanyak 50 sub kegiatan direkomendasikan untuk dibahas lebih lanjut dalam Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah Provinsi Papua (PDRP).

  Sementara itu, Wakil Bupati Biak Numfor, Jimmy Carter Rumbarar Kapisa berharap sejumlah program prioritas dari Kabupaten Biak Numfor mendapat perhatian khusus dari Pemprov dalam pembahasan Musrenbangnas yang akan digelar di Jakarta.

Menurutnya, meski seluruh usulan dari kabupaten/kota se-Papua patut diakomodir, terdapat program unggulan Biak yang layak menjadi catatan strategis bagi Bapperida Provinsi Papua, khususnya di sektor perikanan, pariwisata, dan jasa. 

“Kami harap ada beberapa program yang kami usulkan di Musrenbang ini bisa menjadi catatan atau agenda prinsip bagi Bapperida Provinsi Papua,” ujarnya.

Wabup Jimmy menekankan pentingnya membangun sinergi antar kabupaten di kawasan wilayah adat Saireri untuk mendorong pertumbuhan sektor jasa dan pariwisata.

Menurutnya, kebangkitan sektor ini akan berdampak langsung pada aktivitas transportasi udara di wilayah Biak, khususnya dalam menghidupkan kembali penerbangan reguler.

  “Untuk menghidupkan penerbangan di Biak, perlu adanya kerja sama dengan kabupaten lain di kawasan Saireri. Pariwisata yang berkembang akan menciptakan kebutuhan akan konektivitas udara,” jelasnya.

Di sisi lain, Jimmy menyoroti perlunya subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk mendukung efisiensi sektor penerbangan. Meski menghadapi keterbatasan anggaran dari pusat, ia mengajak seluruh pihak untuk tetap optimis dan berkomitmen memanfaatkan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Papua, termasuk Biak.

“Kita tidak boleh terbuai oleh efisiensi anggaran. Indonesia, khususnya Papua adalah daerah yang kaya. Dengan potensi yang ada, Biak bisa menjadi daerah yang seksi untuk investasi dan pariwisata,” tandasnya. (fia/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Fokus Jaga Keseimbangan Tim dan Antisipasi Kejutan Deltras Sidoarjo

Menurutnya, timnya masih memiliki celah dalam melakukan transisi menyerang-bertahan. Sehingga ia ingin membenahi dua situasi…

8 hours ago

Kaleidoskop KONI Papua dengan Tantangan Finansial dan Menjaga Prestasi

Beberapa rangkuman perjalanan KONI Papua sepanjang tahun 2025, yakni penguatan fondasi melalui perekrutan atlet. KONI…

9 hours ago

Wabup Jayapura Akui Tuntutan Kepala Kampung dan ASN Akan Diselesaikan

Haris menjelaskan, khusus untuk persoalan TPP ASN, hal tersebut telah dikoordinasikan oleh Sekretaris Daerah bersama…

10 hours ago

Bupati: TPP ASN Jayapura Baru Dianggarkan Kembali pada 2026

Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menjelaskan bahwa tidak adanya pembayaran TPP pada tahun 2025 disebabkan karena…

11 hours ago

Sepanjang 2025, 132 Orang Tewas Akibat Kekerasan

Seratusan kasus kekerasan tersebut didominasi peristiwa kontak senjata dan penembakan (serangan tunggal) sebanyak 59 kasus,…

12 hours ago

Waspadai Bibit Siklon di Teluk Caventarian Australia

‘’Meski agak jauh dari kita, tapi pertumbuhan awan hujan terjadi di laut,’’ katanya. Sementara di…

13 hours ago